Berita Sehari
Sains

Mengapa Gelembung Sabun Menampilkan Warna yang Berubah?

Redaksi ·

Pola interferensi pada gelembung sabun di bawah cahaya terpolarisasi, didokumentasikan 27 April 2015. Foto: Cosmic73; halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Interference_on_soap_bubbles.jpg; lisensi CC BY-SA 4.0: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/. Perubahan: diperkecil dan dikonversi ke JPEG.
Pola interferensi pada gelembung sabun di bawah cahaya terpolarisasi, didokumentasikan 27 April 2015. Foto: Cosmic73; halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Interference_on_soap_bubbles.jpg; lisensi CC BY-SA 4.0: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/. Perubahan: diperkecil dan dikonversi ke JPEG.
Foto: Cosmic73 / Wikimedia Commons / CC BY-SA 4.0

Warna pada gelembung sabun bukan berasal dari pewarna yang menetap di permukaannya. Ia muncul ketika cahaya putih dipantulkan oleh dua batas lapisan tipis: permukaan luar dan permukaan dalam selaput sabun.

Dua pantulan itu menempuh jarak yang sedikit berbeda. Ketika keduanya bertemu kembali, gelombang cahaya dapat saling menguatkan untuk panjang gelombang tertentu dan saling melemahkan untuk panjang gelombang lain; peristiwa ini disebut interferensi lapisan tipis.

Ketebalan selaput menentukan warna mana yang lebih kuat terlihat. Karena cairan terus mengalir akibat gravitasi dan menguap, ketebalan berubah dari satu bagian ke bagian lain serta dari waktu ke waktu, sehingga pola warna tampak bergerak.

Sudut pandang juga berpengaruh karena perubahan sudut mengubah jarak optik yang ditempuh cahaya di dalam selaput. Itulah sebabnya dua orang yang melihat gelembung yang sama dari posisi berbeda tidak selalu menyaksikan susunan warna yang persis sama.

OpenStax menjelaskan bahwa pada lapisan yang sangat tipis, perbedaan lintasan dapat menjadi sangat kecil sementara salah satu pantulan mengalami perubahan fase. Kondisi itu dapat menghasilkan interferensi destruktif di bagian yang tampak gelap.

Bagian gelap di dekat puncak gelembung sering menandai selaput yang menipis sebelum pecah, tetapi foto tunggal tidak cukup untuk menentukan saat pecahnya. Gerak udara, komposisi larutan, suhu, dan kelembapan ikut memengaruhi umur gelembung.

Foto utama memperlihatkan pola interferensi di bawah cahaya terpolarisasi dengan pembesaran 10 kali. Dokumentasi laboratorium tersebut menonjolkan struktur warna dan tidak dimaksudkan sebagai gambaran ukuran gelembung dalam penggunaan sehari-hari.

Sumber: MIT OpenCourseWare, “Lecture 20: Interference, Soap Bubble”, https://ocw.mit.edu/courses/8-03sc-physics-iii-vibrations-and-waves-fall-2016/pages/part-iii-optics/lecture-20/ ; OpenStax, “Thin Film Interference”, https://openstax.org/books/university-physics-volume-3/pages/3-4-interference-in-thin-films . Diakses 13 Oktober 2026.

Catatan editorial dan foto: tulisan ini merupakan artikel sains evergreen. Foto oleh Cosmic73, 27 April 2015, dari https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Interference_on_soap_bubbles.jpg dengan lisensi CC BY-SA 4.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). Perubahan: diperkecil dan dikonversi ke JPEG.

Baca juga

Perangkat ayunan Newton dengan bola-bola logam yang tersusun segaris, didokumentasikan 21 September 2014. Foto dipotong seperlunya, diubah ukuran, dan dikonversi ulang ke JPEG.Sains

Ayunan Newton Memisahkan Momentum dari Energi

Ayunan Newton dikenal lewat deretan bola logam yang saling menyentuh. Ketika satu bola di ujung dilepas, bola di ujung seberang bergerak. Pemandangan ringkas itu sering disebut contoh kekekalan moment