Berita Sehari
Sains

Kamera Lubang Jarum Membentuk Gambar Tanpa Lensa

Redaksi ·

Perangkat kamera lubang jarum sederhana, didokumentasikan 20 Maret 2007. Foto: SqueakyMarmot; halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Kidz_Labs_pinhole_camera_(430043248).jpg; lisensi CC BY 2.0: https://creativecommons.org/licenses/by/2.0/. Perubahan: diperkecil dan dikonversi ke JPEG.
Perangkat kamera lubang jarum sederhana, didokumentasikan 20 Maret 2007. Foto: SqueakyMarmot; halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Kidz_Labs_pinhole_camera_(430043248).jpg; lisensi CC BY 2.0: https://creativecommons.org/licenses/by/2.0/. Perubahan: diperkecil dan dikonversi ke JPEG.
Foto: SqueakyMarmot / Wikimedia Commons / CC BY 2.0

Kamera lubang jarum dapat membentuk gambar tanpa lensa. Perangkat dasarnya hanya membutuhkan ruang gelap dengan sebuah bukaan sangat kecil serta permukaan tempat cahaya dari luar diproyeksikan.

Setiap titik pada objek memantulkan cahaya ke banyak arah. Lubang yang kecil membatasi berkas yang dapat masuk, sehingga cahaya dari bagian atas objek mencapai bagian bawah layar dan sebaliknya; hasil proyeksinya tampak terbalik.

Mengecilkan lubang mengurangi tumpang tindih berkas geometris dan dapat memperjelas gambar sampai batas tertentu. Namun bukaan yang terlalu kecil memperkuat pengaruh difraksi, sehingga ketajaman kembali menurun.

Bukaan kecil juga melewatkan sedikit cahaya. Karena itu gambar cenderung redup dan, bila direkam pada bahan peka cahaya atau sensor, memerlukan waktu paparan lebih panjang daripada kamera berlensa.

Penelitian modern tentang fotografi tanpa lensa masih menghadapi dua persoalan klasik: derau karena cahaya yang sedikit dan kabur akibat difraksi. Peneliti menguji pemrosesan citra untuk memperbaiki hasil tanpa menghilangkan sifat dasar sistem lubang jarum.

Kamera obscura memakai prinsip serupa dalam ruang atau kotak gelap. Jika gambar hanya diproyeksikan, perangkat menjadi alat pengamatan; bila ditambahkan media perekam, prinsip itu dapat digunakan untuk membuat foto.

Foto utama memperlihatkan perangkat pendidikan lubang jarum pada Maret 2007. Bentuk kotak tersebut hanyalah salah satu rancangan; ukuran lubang, jarak ke layar, kebocoran cahaya, dan bahan perekam menentukan hasil.

Sumber: Simon Fraser University, “Optical Systems: Pinhole Camera”, https://www.sfu.ca/~gchapman/e894/e894l5k.pdf ; Rego, J. D. dkk., “Deep Camera Obscura: An Image Restoration Pipeline for Lensless Pinhole Photography”, 2021, https://arxiv.org/abs/2108.05563 . Diakses 13 Oktober 2026.

Catatan editorial dan foto: tulisan ini merupakan artikel sains evergreen dan tidak memberikan panduan untuk mengamati Matahari secara langsung. Foto oleh SqueakyMarmot, 20 Maret 2007, dari https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Kidz_Labs_pinhole_camera_(430043248).jpg dengan lisensi CC BY 2.0 (https://creativecommons.org/licenses/by/2.0/). Perubahan: diperkecil dan dikonversi ke JPEG.

Baca juga

Perangkat ayunan Newton dengan bola-bola logam yang tersusun segaris, didokumentasikan 21 September 2014. Foto dipotong seperlunya, diubah ukuran, dan dikonversi ulang ke JPEG.Sains

Ayunan Newton Memisahkan Momentum dari Energi

Ayunan Newton dikenal lewat deretan bola logam yang saling menyentuh. Ketika satu bola di ujung dilepas, bola di ujung seberang bergerak. Pemandangan ringkas itu sering disebut contoh kekekalan moment