Berita Sehari
Sains

Efek Kerr Membuat Indeks Bias Bergantung pada Medan atau Intensitas Cahaya

Redaksi Opinix ·

Simulasi efek Kerr optik, 11 Agustus 2022. Bingkai pertama animasi diambil lalu diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.
Simulasi efek Kerr optik, 11 Agustus 2022. Bingkai pertama animasi diambil lalu diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.
Foto: Jacopo Bertolotti, 11 Agustus 2022, CC0 1.0 (https://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/) — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Optical_Kerr_Effect.gif

Efek Kerr adalah perubahan sifat optik bahan ketika medan listrik diterapkan atau ketika cahaya yang sangat kuat mengubah respons bahan itu sendiri. Dalam bentuk elektro-optik, bahan yang semula isotropik dapat menjadi birefringen sehingga dua komponen polarisasi mengalami indeks bias berbeda.

Catatan kuliah optika nonlinier Universitas Tennessee menjelaskan bahwa birefringensi terinduksi pada efek Kerr berbanding dengan kuadrat medan listrik. Hubungan kuadrat ini membedakannya dari efek Pockels, yang perubahan indeksnya berbanding lurus dengan medan pada bahan tertentu.

Dalam efek Kerr optik, intensitas cahaya ikut mengubah indeks bias secara lemah. Berkas dengan bagian tengah lebih intens dapat membentuk profil indeks yang berbeda dari tepinya, sehingga perambatan dapat mengalami pemfokusan diri apabila kondisi medium dan daya mendukung.

Istilah Kerr juga dipakai pada efek magneto-optik Kerr, yaitu perubahan polarisasi cahaya setelah dipantulkan dari permukaan bermagnet. Keduanya terkait respons optik, tetapi mekanisme dan tata ukurnya berbeda; artikel ini tidak menyamakan medan listrik dengan magnetisasi.

Percobaan efek Kerr memakai tegangan tinggi, sumber laser, atau bahan laboratorium, sehingga bukan demonstrasi rumah. Penjelasan aman untuk pembaca adalah memahami hubungan medan, indeks bias, polarisasi, dan intensitas tanpa meniru rangkaian eksperimental.

Foto pendamping berupa animasi simulasi efek Kerr optik yang dibuat pada 11 Agustus 2022. Publikasi mengambil bingkai pertama animasi dan mengubahnya menjadi JPEG, sehingga gerak pada berkas asli tidak tampil.

Sumber: The Feynman Lectures on Physics, Volume I Bab 33, “Polarization”, https://www.feynmanlectures.caltech.edu/I_33.html ; University of Tennessee Knoxville, “Non-linear optics”, https://labs.phys.utk.edu/mbreinig/phys421/modules/m11/Non-linear%20optics.html ; Wikimedia Commons, https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Optical_Kerr_Effect.gif

Catatan editorial: Artikel ini adalah artikel sains dan membedakan efek Kerr elektro-optik, optik nonlinier, dan magneto-optik. Animasi CC0 diambil bingkai pertamanya, diubah ukuran, dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.

Baca juga