Berita Sehari
Teknologi

Science Film Festival 2026 Mengajak Pelajar Menguji Manfaat dan Risiko Kecerdasan Artifisial

Redaksi · Kurasi transparan ·

Murid mengikuti kelas praktik komputer, didokumentasikan 30 September 2016. Foto ilustrasi pembelajaran teknologi; bukan Science Film Festival 2026.
Murid mengikuti kelas praktik komputer, didokumentasikan 30 September 2016. Foto ilustrasi pembelajaran teknologi; bukan Science Film Festival 2026.
Foto: Chichriso / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Science Film Festival 2026 berlangsung secara hibrida pada 6 Oktober hingga 14 November dan menjangkau pelajar sekolah dasar sampai sekolah menengah atas di 70 kabupaten dan kota. Festival yang diinisiasi Goethe-Institut itu mengangkat kecerdasan artifisial sebagai bahan belajar sekaligus bahan untuk berpikir kritis.

Menurut Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, penyelenggaraan tahun ini menghadirkan 20 film sains dari tujuh negara serta kegiatan eksperimen. Format film digunakan untuk membuka pertanyaan, sedangkan eksperimen memberi kesempatan kepada pelajar menguji gagasan, bukan hanya menerima informasi dari layar.

Kegiatan tersebut dihubungkan dengan pendekatan STEM yang mendorong murid menyelidiki persoalan nyata, merancang solusi, menguji, lalu memperbaikinya. Prinsip yang disebut dalam rilis ialah mudah, murah, menggembirakan, sadar proses, dan bermakna.

Materi AI tidak hanya membahas kegunaan. Penggunaan data, transparansi, keadilan, serta kebutuhan energi komputasi juga ditempatkan sebagai tantangan. Daftar ini membantu memisahkan kemampuan teknis suatu sistem dari pertanyaan tentang siapa yang terdampak dan bagaimana hasilnya diperiksa.

Pelajar juga diingatkan bahwa sistem AI dapat menghasilkan informasi keliru atau dipakai untuk manipulasi. Karena itu, keterampilan membandingkan sumber, mengenali rekayasa, dan meminta bukti tetap diperlukan meskipun jawaban digital disajikan dengan bahasa yang meyakinkan.

Festival ini merupakan penyelenggaraan ke-17 di Indonesia. Ukuran manfaatnya tidak cukup dari jumlah film atau lokasi, melainkan dari pertanyaan yang dibawa kembali ke kelas, percobaan yang dilakukan, dan kemampuan murid menjelaskan batas teknologi secara bertanggung jawab.

Sumber: https://www.kemendikdasmen.go.id/berita/16269-science-film-festival-kenalkan-ai-kepada-pelajar-dorong-pemanfaatan-teknologi-secara-bijak

Catatan editorial: Artikel merangkum rilis Kemendikdasmen pada 7 Oktober 2026. Redaksi tidak menghadiri festival dan tidak menyatakan semua peserta menerima materi atau dampak belajar yang sama.

Dokumentasi foto: Murid mengikuti kelas praktik komputer, didokumentasikan 30 September 2016. Foto ilustrasi pembelajaran teknologi; bukan Science Film Festival 2026.

Kredit foto: Chichriso / Wikimedia Commons.

Halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:My_CorelDraw_practical_class_with_my_school_pupil_in_September,_2016.jpg

Lisensi foto: CC BY-SA 4.0 — https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Perubahan gambar: orientasi EXIF dinormalkan, dikonversi ke JPEG, diperkecil proporsional hingga sisi terpanjang 1.600 piksel, dan dikompresi; tidak ada perubahan isi.

Baca juga

Jejak perahu cepat dilihat dari udara di North Promenade, Cleethorpes, Inggris, didokumentasikan 16 Juni 2024. Foto ilustrasi jejak kapal; bukan pengukuran presisi sudut Kelvin.Sains

Jejak Kapal Membuka Geometri Gelombang Kelvin

Kapal yang bergerak di permukaan air meninggalkan pola gelombang berbentuk huruf V. Dalam model klasik yang dikaitkan dengan William Thomson atau Lord Kelvin, batas pola itu memiliki setengah sudut se