Berita Sehari
Sains

Empat Saildrone Disiapkan Mengitari Antarktika untuk Mengukur Pertukaran Karbon Selama Lima Tahun

Redaksi Opinix ·

Saildrone pada misi Arktik NOAA 2019; ilustrasi teknologi, bukan armada COCO2; dokumentasi 11 Oktober 2019. Foto: NOAA dan Saildrone / domain publik.
Saildrone pada misi Arktik NOAA 2019; ilustrasi teknologi, bukan armada COCO2; dokumentasi 11 Oktober 2019. Foto: NOAA dan Saildrone / domain publik.
Foto: NOAA dan Saildrone / domain publik

NOAA mengumumkan pada 16 Oktober 2026 bahwa proyek Constraining Ocean Carbon with Optimized Observing atau COCO2 akan memakai empat wahana permukaan tanpa awak Saildrone untuk pengamatan di Samudra Selatan selama lima tahun. Wahana pertama berangkat dari Hobart, Tasmania, pada 19 September 2026.

Tiga Saildrone lain dijadwalkan menyusul dengan selang sekitar tiga bulan sepanjang 2027. Setiap wahana akan menempuh lintasan mengelilingi Antarktika sekitar 12.000 mil, kembali ke pelabuhan untuk perbaikan dan penyegaran, lalu dapat dikerahkan lagi.

Saildrone digerakkan angin, sementara sistem di atasnya memakai tenaga surya. Instrumen mengukur pertukaran karbon dioksida antara udara dan laut bersama arah serta kecepatan angin, tekanan udara, radiasi Matahari, kelembapan, suhu udara, suhu permukaan laut, salinitas, klorofil, dan oksigen terlarut.

Alasan ilmiahnya terletak pada kekurangan pengamatan musim dingin. Jarak luas dan kondisi laut yang keras membuat kapal riset sulit memperoleh rangkaian data berkesinambungan, padahal perubahan angin serta sirkulasi dapat membuat sebagian perairan melepaskan karbon dari lapisan dalam alih-alih menyerapnya.

NOAA menyatakan data dikirim ke Pacific Marine Environmental Laboratory, lalu disalurkan kepada peneliti dan Global Telecommunication System milik Organisasi Meteorologi Dunia. Pemodelan laut-udara berbantuan kecerdasan buatan digunakan untuk mengarahkan wahana menuju area pengamatan bernilai tinggi.

Foto pendamping merekam sebuah Saildrone pada misi Arktik NOAA tahun 2019. Bentuk platformnya relevan sebagai ilustrasi teknologi, tetapi wahana itu bukan salah satu dari empat unit yang dipastikan menjalankan misi COCO2 tahun 2026–2031.

Sumber (diperiksa 19 Oktober 2026 WIB): NOAA Pacific Marine Environmental Laboratory, 16 Oktober 2026, https://www.pmel.noaa.gov/news-and-media/highlights/saildrone-research-fleet-circle-antarctica-5-years ; NOAA, rilis proyek COCO2, https://www.noaa.gov/news/saildrone-research-fleet-to-circle-antarctica-for-5-years .

Dokumentasi foto: Saildrone pada misi Arktik NOAA 2019; ilustrasi teknologi, bukan armada COCO2. Tanggal dokumentasi: 11 Oktober 2019. Pembuat/kredit: NOAA dan Saildrone. Halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Saildrone_in_2019_NOAA_Arctic_mission.jpg. Lisensi: domain publik (https://creativecommons.org/publicdomain/mark/1.0/). Perubahan: dikonversi ke JPEG, dikecilkan bila perlu, dan dikompresi untuk web; isi visual tidak ditambah atau dihapus.

Catatan editorial: Jenis: berita sains kurasi berbasis rilis lembaga penelitian; bukan peliputan lapangan. Jangka lima tahun dan jadwal pengerahan ditulis sebagai rencana, bukan hasil yang telah tercapai. Artikel disusun ulang secara orisinal dari sumber yang disebutkan dan ditempatkan eksklusif pada satu portal.

Baca juga