Feature Sains: Efek Tyndall Membuat Jalur Cahaya Terlihat di Dalam Koloid
Redaksi Opinix ·

Foto: Khodorovskyi / Wikimedia Commons — CC BY-SA 4.0
Seberkas cahaya dapat tampak seperti garis yang menggantung di udara berkabut atau di dalam campuran tertentu. Jalur itu terlihat bukan karena cahaya berhenti, melainkan karena partikel kecil menghamburkan sebagian cahaya ke arah mata pengamat. Gejala ini dikenal sebagai efek Tyndall.
Buku Chemistry 2e dari OpenStax menempatkan koloid di antara larutan sejati dan suspensi. Partikel koloid lebih besar daripada kebanyakan molekul terlarut, tetapi cukup kecil untuk tetap tersebar dan tidak cepat mengendap ketika campuran dibiarkan.
Ukuran partikel itulah yang membuat perbedaan optik. Larutan sejati umumnya tidak menampakkan lintasan berkas dari samping, sedangkan partikel koloid dapat menghamburkan cahaya sehingga jalurnya terlihat. Kabut, asap, susu, dan beberapa cat merupakan contoh sistem koloid dengan fase tersebar dan medium yang berbeda-beda.
Demonstrasi Departemen Kimia University of Washington membandingkan dispersi koloid dengan larutan yang memiliki intensitas warna serupa. Berkas laser tampak di dalam koloid, tetapi tidak pada larutan; perbandingan ini menegaskan bahwa warna campuran saja tidak cukup untuk menentukan apakah suatu bahan bersifat koloid.
Percobaan sederhana perlu dilakukan dengan aman. Sinar laser tidak boleh diarahkan ke mata, dan bahan kimia demonstrasi laboratorium tidak layak ditiru di rumah tanpa pengawasan. Untuk pengamatan sehari-hari, berkas lampu melalui kabut atau debu memberi contoh yang lebih aman selama tidak membuat aerosol tambahan.
Efek Tyndall juga memiliki batas. Terlihat atau tidaknya berkas dipengaruhi ukuran dan jumlah partikel, panjang gelombang, intensitas sumber cahaya, serta sudut pandang. Karena itu, pengamatan mata bukan pengganti pengukuran ukuran partikel atau analisis komposisi.
Nilai pendidikan gejala ini justru terletak pada hubungan antara benda yang tidak tampak satu per satu dan akibat kolektif yang dapat diamati. Satu partikel terlalu kecil untuk dilihat, tetapi banyak partikel bersama-sama dapat mengubah cara cahaya mencapai mata.
Sumber: https://goldbook.iupac.org/terms/view/T06619 | https://openstax.org/books/chemistry-2e/pages/11-5-colloids | https://chem.washington.edu/lecture-demos/tyndal-effect | Halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Tyndall_effect_IHT.jpg | Lisensi: CC BY-SA 4.0 — https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
Catatan editorial: Feature sains evergreen. Penjelasan diperiksa pada IUPAC, OpenStax, dan demonstrasi University of Washington; artikel tidak menganjurkan penggunaan bahan kimia atau laser tanpa prosedur keselamatan. Foto hanya dipotong dan diubah ukurannya.
Sains
Sains
Sains
Sains
Sains
Sains