Berita Sehari
Sains

Feature Sains: Cakram Newton Membuat Warna Tampak Menyatu saat Berputar

Redaksi Opinix ·

Cakram warna merah-hijau-biru yang berputar dan dipotret dengan kilatan, 30 Agustus 2018. Dokumentasi satu konfigurasi, bukan hasil yang harus sama pada setiap cakram; berkas diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG.
Cakram warna merah-hijau-biru yang berputar dan dipotret dengan kilatan, 30 Agustus 2018. Dokumentasi satu konfigurasi, bukan hasil yang harus sama pada setiap cakram; berkas diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG.
Foto: Phprevet, 30 Agustus 2018, CC BY-SA 4.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/) — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Disque_de_newton_rvb_2pi.jpg

Cakram Newton membagi sebuah lingkaran menjadi beberapa bidang warna dan memutarnya dengan cepat. Ketika batas antarsektor tidak lagi mudah dibedakan, permukaan dapat tampak abu-abu atau mendekati putih. Feature ini menjelaskan pengamatan tersebut; tulisan ini bukan laporan eksperimen redaksi.

Dalam suratnya kepada Royal Society pada 1672, Isaac Newton menjelaskan bahwa warna yang dipisahkan oleh prisma dapat digabungkan kembali menjadi warna asal bila dicampur dalam proporsi yang sesuai. Cakram warna kemudian menjadi alat demonstrasi yang menghubungkan gagasan komposisi cahaya dengan persepsi visual.

Pada cakram, cat tidak berubah menjadi satu pigmen baru ketika berputar. Cahaya yang dipantulkan sektor-sektor berbeda mencapai mata secara berurutan dengan cepat, lalu sistem visual tidak lagi memisahkan setiap kilatan warna sebagai bidang yang berdiri sendiri. Hasilnya adalah pencampuran tampak, bukan pencampuran kimia cat.

Warna akhir sering tidak putih bersih. Pigmen menyerap sebagian cahaya, luas sektor mungkin tidak mewakili proporsi spektrum, pencahayaan dapat tidak merata, dan kamera atau mata memiliki respons berbeda. Karena itu, hasil abu-abu atau pucat tidak membantah bahwa cahaya putih tersusun dari banyak panjang gelombang.

Museum Nasional Sejarah Amerika Smithsonian mencatat perangkat bernama Newton’s Color Disc dan mengaitkannya dengan eksperimen optik Newton mengenai penguraian cahaya matahari oleh prisma. Koleksi museum memperlihatkan bagaimana konsep fisika juga diwujudkan sebagai alat peraga.

Demonstrasi dapat dipakai untuk membedakan tiga hal: sumber cahaya, warna permukaan yang memantulkan cahaya, dan cara mata memadukan rangsangan yang berubah cepat. Ketiganya berperan, sehingga kalimat “warna-warna menjadi putih” perlu diberi konteks agar tidak disalahpahami.

Foto pendamping memperlihatkan cakram merah-hijau-biru yang berputar dan dipotret dengan kilatan pada 30 Agustus 2018. Jejak sektor masih terlihat; gambar mendokumentasikan satu konfigurasi serta teknik pemotretan, bukan hasil yang harus sama pada setiap cakram.

Sumber: The Newton Project, University of Oxford, “A Letter of Mr. Isaac Newton … containing his New Theory about Light and Colors”, 1672, https://newtonproject.ox.ac.uk/view/texts/normalized/NATP00006 ; National Museum of American History, Smithsonian Institution, “Newton’s Color Disc”, https://americanhistory.si.edu/collections/object/nmah_1590735 ; Montana State University Department of Physics, “Newton’s Color Disc”, https://physics.montana.edu/demonstrations/video/6_optics/demos/newtonscolordisc.html

Catatan editorial: Tulisan ini ditandai sebagai feature sains, bukan berita terbaru. Redaksi tidak melakukan percobaan dan tidak menyamakan pencampuran tampak pada cakram dengan pencampuran pigmen. Foto hanya diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG.

Baca juga