Berita Sehari
Sains

Feature Sains: Hamburan Rayleigh Menjelaskan Langit Biru dan Senja Kemerahan

Redaksi Opinix ·

Langit biru dan awan jingga-merah saat senja musim dingin di Wales, 16 Desember 2025. Foto: WelshDave/Wikimedia Commons, CC BY 4.0; dipotong dan diubah ukurannya tanpa perubahan warna.
Langit biru dan awan jingga-merah saat senja musim dingin di Wales, 16 Desember 2025. Foto: WelshDave/Wikimedia Commons, CC BY 4.0; dipotong dan diubah ukurannya tanpa perubahan warna.
Foto: WelshDave / Wikimedia Commons — CC BY 4.0

Langit biru pada siang cerah dan rona merah-jingga menjelang matahari terbenam berasal dari cahaya Matahari yang berinteraksi dengan atmosfer. Salah satu proses utamanya disebut hamburan Rayleigh, yaitu penyebaran cahaya oleh molekul yang ukurannya jauh lebih kecil daripada panjang gelombang cahaya tampak.

NASA menjelaskan bahwa cahaya Matahari tampak putih, tetapi tersusun dari berbagai warna dengan panjang gelombang berbeda. Ketika memasuki atmosfer Bumi, cahaya biru yang berpanjang gelombang lebih pendek tersebar lebih kuat ke berbagai arah daripada cahaya merah.

Itulah sebabnya mata menerima cahaya biru dari banyak bagian langit, bukan hanya dari arah Matahari. Penjelasan ini juga menunjukkan mengapa gagasan bahwa langit biru semata-mata karena memantulkan warna laut tidak memadai: proses kuncinya berlangsung pada molekul dan partikel di atmosfer.

Saat Matahari rendah di dekat cakrawala, jalur cahaya melalui atmosfer menjadi lebih panjang. Lebih banyak cahaya biru dan ungu terhambur keluar dari garis pandang langsung, sementara merah dan kuning relatif lebih banyak mencapai pengamat. NOAA memakai prinsip yang sama untuk menjelaskan warna senja.

Warna nyata tetap dapat berbeda dari hari ke hari. Awan, aerosol, debu, asap, kelembapan, dan sudut pandang turut memengaruhi kecerahan serta campuran warna; karena itu, setiap senja bukan pengukuran murni hamburan Rayleigh.

Eksperimen aman dapat dilakukan tanpa menatap Matahari: amati warna langit di atas kepala dan dekat cakrawala pada waktu berbeda, lalu catat keadaan awan. Kamera sebaiknya memakai pengaturan yang konsisten agar perubahan pencahayaan otomatis tidak disalahartikan sebagai perubahan atmosfer.

Foto pendamping dibuat di Wales pada 16 Desember 2025 dan memperlihatkan langit biru dengan awan jingga-merah saat senja. Foto menjadi ilustrasi fenomena, bukan data spektrometer, sehingga uraian fisika tetap bersandar pada penjelasan NASA dan NOAA.

Sumber: https://spaceplace.nasa.gov/blue-sky/ | https://www.nesdis.noaa.gov/about/k-12-education/atmosphere/why-the-sky-blue | Halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Rayleigh_Scattering_Welsh_Sunset.jpg | Lisensi: CC BY 4.0 — https://creativecommons.org/licenses/by/4.0

Catatan editorial: Feature pengetahuan evergreen, bukan laporan cuaca terbaru. Mekanisme cahaya dan atmosfer diperiksa pada laman pendidikan NASA dan NOAA pada 12 Oktober 2026. Foto dipotong dan diubah ukurannya; warna tidak dimanipulasi.

Baca juga