Efek Biefeld–Brown Dijelaskan sebagai Dorongan Angin Ion, Bukan Antigravitasi
Redaksi Opinix ·

Foto: Anonymous59, 3 April 2008, CC BY-SA 3.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/) — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:FlyingLifterv2.png
Efek Biefeld–Brown adalah gaya yang muncul pada kapasitor asimetris ketika tegangan tinggi diterapkan. Perangkat ringan yang sering disebut lifter dapat terdorong ke arah elektroda yang lebih kecil, tetapi gerak itu bukan bukti bahwa gravitasi telah dibatalkan.
Penjelasan yang didukung eksperimen modern berpusat pada pelepasan korona dan aliran elektrohidrodinamik. Medan listrik kuat mengionisasi molekul gas di sekitar elektroda tipis; ion kemudian dipercepat menuju elektroda lain dan menyalurkan momentum kepada molekul netral, menghasilkan angin ion.
Analisis Ianconescu, Sohar, dan Mudrik menghitung gaya dari angin ion dan melaporkan hasil eksperimen yang cocok dengan perhitungan tersebut. Studi efisiensi tahun 2022 juga menempatkan efek Biefeld–Brown dan angin ion dalam sistem yang memerlukan gaya elektrostatik serta fluida netral.
Ketergantungan pada gas adalah pembeda penting dari klaim antigravitasi. Jika dorongan terutama timbul karena transfer momentum kepada udara, perangkat tidak menjadi mesin penggerak tanpa medium hanya dengan memindahkannya ke ruang hampa.
Demonstrasi lifter memakai tegangan sangat tinggi dan dapat memicu sengatan, busur listrik, kebakaran, atau gangguan pada peralatan. Artikel ini menjelaskan mekanisme fisik dan tidak memberi petunjuk perakitan; percobaan semacam itu hanya layak dilakukan di laboratorium dengan prosedur keselamatan.
Foto pendamping memperlihatkan lifter versi kedua dalam demonstrasi efek Biefeld–Brown, diunggah pada 3 April 2008. Gambar telah diubah ukuran dan dikonversi dari PNG menjadi JPEG.
Sumber: M. F. Cabanas dkk., “Analysis of the Efficiency of the Electrohydrodynamic Propulsion Based on the Biefeld–Brown Effect”, Applied Sciences 12(6), 2022, https://doi.org/10.3390/app12062997 ; Reuven Ianconescu, Daniela Sohar, dan Moshe Mudrik, “An analysis of the Brown-Biefeld effect”, 2010, https://arxiv.org/abs/1011.1393 ; Wikimedia Commons, https://commons.wikimedia.org/wiki/File:FlyingLifterv2.png
Catatan editorial: Artikel ini adalah artikel sains, bukan berita terbaru, dan membedakan gaya elektrohidrodinamik dari klaim antigravitasi. Foto CC BY-SA 3.0 diubah ukuran serta dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.
Sains
Sains
Sains
Sains
Sains
Sains