Berita Sehari
Sains

Feature Sains: Sifon Memindahkan Air karena Perbedaan Ketinggian, Bukan Tarikan Ajaib

Redaksi ·

Demonstrasi prinsip sifon dengan selang dan dua wadah, didokumentasikan 2 Agustus 2013. Foto: TheoDeKlerk; halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Siphon_physics_principles.jpg; lisensi CC BY-SA 3.0: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/. Perubahan: diperkecil dan dikonversi ke JPEG.
Demonstrasi prinsip sifon dengan selang dan dua wadah, didokumentasikan 2 Agustus 2013. Foto: TheoDeKlerk; halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Siphon_physics_principles.jpg; lisensi CC BY-SA 3.0: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/. Perubahan: diperkecil dan dikonversi ke JPEG.
Foto: TheoDeKlerk / Wikimedia Commons / CC BY-SA 3.0

Feature sains — Sifon memungkinkan cairan berpindah dari sebuah wadah ke tempat yang lebih rendah melalui selang yang sempat naik melewati bibir wadah. Gerak ke atas pada bagian awal sering tampak bertentangan dengan gravitasi, padahal aliran keseluruhan didorong oleh perbedaan ketinggian antara permukaan sumber dan ujung keluaran.

Demonstrasi Harvard Natural Sciences menjelaskan sifon sebagai alat yang memindahkan fluida dari satu reservoir ke reservoir kedua yang lebih rendah meskipun bagian pertama lintasannya menanjak. Syarat pentingnya adalah jalur cairan yang berkesinambungan dan ujung keluar berada lebih rendah daripada permukaan cairan sumber.

Sebelum bekerja, selang biasanya perlu dipenuhi cairan atau dipancing agar tidak menyisakan udara besar. Setelah cairan mengalir turun di sisi keluaran, tekanan di bagian atas selang menjadi lebih rendah daripada tekanan di reservoir. Kombinasi gravitasi, perbedaan tekanan, dan kesinambungan kolom cairan menjaga aliran.

Karena itu, menyebut sifon bekerja hanya karena 'mengisap' dapat menyesatkan. Ujung keluar yang lebih rendah menyediakan penurunan energi potensial. Jika ujung itu dinaikkan setara atau lebih tinggi dari permukaan sumber, atau udara masuk dan memutus kolom air, aliran dapat berhenti.

Penelitian mengenai batas ketinggian sifon menunjukkan bahwa tekanan dan sifat cairan tetap penting. Untuk air pada kondisi dekat permukaan laut, batas praktis sering dikaitkan dengan tekanan barometrik sekitar sepuluh meter, meskipun rincian fisika dapat melibatkan tekanan negatif dan kohesi cairan.

Percobaan sederhana dapat dilakukan memakai dua wadah, air, dan selang bening. Gunakan air bersih, hindari memancing aliran dengan mulut, dan pastikan ujung keluar diletakkan lebih rendah. Selang bening membantu pengamat melihat gelembung yang dapat mengganggu kesinambungan aliran.

Foto utama menunjukkan susunan demonstrasi sifon pada 2013. Foto dipakai untuk memperlihatkan bentuk percobaan, bukan sebagai ukuran baku. Tinggi wadah, panjang selang, diameter, gesekan, dan keberadaan udara akan memengaruhi laju aliran pada percobaan nyata.

Sumber: Harvard Natural Sciences Lecture Demonstrations, “Siphon”, https://sciencedemonstrations.fas.harvard.edu/presentations/siphon ; Boatwright dkk., “The height limit of a siphon”, Scientific Reports, https://www.nature.com/articles/srep16790 . Diakses 13 Oktober 2026.

Catatan editorial dan foto: tulisan ini merupakan feature sains evergreen, bukan laporan temuan terbaru. Foto oleh TheoDeKlerk, 2 Agustus 2013, dari https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Siphon_physics_principles.jpg dengan lisensi CC BY-SA 3.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/). Perubahan: diperkecil dan dikonversi ke JPEG.

Baca juga