Berita Sehari
Sains

Feature Sains: Kromatografi Kertas Memisahkan Campuran lewat Perjalanan Berbeda

Redaksi ·

Strip kertas kromatografi yang telah dikeringkan setelah pemisahan sampel di laboratorium, didokumentasikan 21 November 2019. Foto: Yuliiaoleksii; halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Paper_chromatography.jpg; lisensi CC BY 4.0: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/. Perubahan: diperkecil dan dikonversi ke JPEG.
Strip kertas kromatografi yang telah dikeringkan setelah pemisahan sampel di laboratorium, didokumentasikan 21 November 2019. Foto: Yuliiaoleksii; halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Paper_chromatography.jpg; lisensi CC BY 4.0: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/. Perubahan: diperkecil dan dikonversi ke JPEG.
Foto: Yuliiaoleksii / Wikimedia Commons / CC BY 4.0

Feature sains — Kromatografi kertas memisahkan komponen campuran dengan membiarkan pelarut bergerak melalui kertas. Jejak warna yang semula bertumpuk dapat terpisah karena setiap komponen berinteraksi secara berbeda dengan kertas dan pelarut.

Dalam percobaan dasar, titik sampel diletakkan dekat salah satu ujung kertas, tetapi tidak terendam langsung. Ujung kertas menyentuh pelarut; cairan kemudian bergerak melalui serat dan membawa komponen sampel sepanjang jalur yang sama.

Kertas berperan sebagai fase diam, sedangkan pelarut menjadi fase gerak. Komponen yang lebih tertarik pada pelarut cenderung bergerak lebih jauh, sementara komponen yang lebih kuat berinteraksi dengan kertas tertahan lebih dekat ke titik awal.

Royal Society of Chemistry menjelaskan bahwa kromatografi memanfaatkan perbedaan polaritas atau ukuran molekul untuk memisahkan zat. Pada demonstrasi tinta, satu warna yang tampak seragam dapat menghasilkan beberapa pita, menandakan adanya lebih dari satu pewarna.

Garis awal sebaiknya dibuat dengan pensil, bukan tinta, karena grafit tidak ikut larut seperti banyak tinta pena. Permukaan pelarut juga harus berada di bawah titik sampel agar campuran tidak langsung hanyut ke dalam wadah.

Hasil percobaan disebut kromatogram. Pola pita dapat dibandingkan antar-sampel, tetapi warna atau jarak semata tidak cukup untuk menyatakan identitas kimia secara pasti tanpa standar, pengulangan, dan kondisi eksperimen yang terkontrol.

Foto utama menampilkan strip kertas yang telah digunakan untuk memisahkan sampel dan diberi pereaksi untuk mendeteksi kation logam tertentu. Dokumentasi laboratorium tersebut menunjukkan hasil aplikasi teknik, bukan prosedur yang harus ditiru tanpa petunjuk keselamatan.

Sumber: Royal Society of Chemistry Education, “Paper Chromatography”, https://edu.rsc.org/mixtures-and-separation/paper-chromatography-practical-videos-14-16-years/4018537.article dan “Chromatography: How Black Is a Black Pen?”, https://edu.rsc.org/outreach/chromatography-how-black-is-a-black-pen/1612.article ; National Institute of Standards and Technology, “What Is Chromatography All About?”, https://www.nist.gov/video/what-chromatography-all-about . Diakses 13 Oktober 2026.

Catatan editorial dan foto: tulisan ini merupakan feature sains evergreen dan tidak menggantikan prosedur keselamatan laboratorium. Foto oleh Yuliiaoleksii, 21 November 2019, dari https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Paper_chromatography.jpg dengan lisensi CC BY 4.0 (https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/). Perubahan: diperkecil dan dikonversi ke JPEG.

Baca juga