Feature Sains: Anhidrobiosis Tardigrada, Bertahan dengan Menghentikan Hampir Seluruh Metabolisme
Redaksi Opinix ·

Foto: Bob Blaylock / Wikimedia Commons / CC BY-SA 4.0
Feature sains ini membahas tardigrada, hewan mikroskopis berkaki delapan yang sering dijuluki beruang air. Daya tarik ilmiahnya bukan karena hewan ini kebal terhadap segala hal, melainkan karena sebagian spesies dapat memasuki keadaan bertahan saat lingkungan menjadi sangat kering.
Keadaan itu disebut anhidrobiosis. NASA menjelaskan bahwa tardigrada seperti Hypsibius exemplaris dapat menekan metabolisme hingga hampir berhenti dan bertahan dalam kondisi sangat terdesikasi. Tubuhnya menyusut menjadi bentuk yang disebut tun, lalu aktivitas normal dapat kembali ketika air tersedia dan kerusakan yang dialami tidak melampaui batas pemulihan.
Kemampuan tersebut tidak berarti semua tardigrada selalu selamat. Spesies, tahap hidup, laju pengeringan, lama paparan, suhu, dan radiasi memengaruhi hasil. Dalam percobaan ruang angkasa 2007, tardigrada menunjukkan tingkat kelangsungan hidup yang tinggi setelah sebelas hari di orbit rendah, tetapi paparan radiasi Matahari tanpa penyaring tetap menurunkan kelangsungan hidup.
Peneliti memanfaatkan tardigrada sebagai organisme model untuk memahami respons biologis terhadap stres. Eksperimen Cell Science-04 di Stasiun Luar Angkasa Internasional mempelajari perubahan ekspresi gen pada beberapa generasi tardigrada yang dikultur di orbit. Tujuannya adalah mengenali proses adaptasi, bukan mencari resep instan agar manusia tahan vakum.
Foto mikroskop yang menyertai tulisan ini memperlihatkan telur tardigrada di dalam kutikula betina yang terlepas. Dokumentasi tersebut menunjukkan sisi lain daur hidup tardigrada: hewan ini tumbuh dengan berganti kutikula, dan pada sebagian tardigrada telur dapat diletakkan di dalam kulit lama.
Temuan pada tardigrada perlu diterjemahkan dengan hati-hati. Protein atau jalur genetik yang membantu satu organisme menghadapi kekeringan dan radiasi belum tentu bekerja sama pada manusia. Riset lanjutan harus menguji mekanisme, efek samping, dan konteks biologisnya sebelum gagasan perlindungan sel dapat diterapkan.
Anhidrobiosis memberi pelajaran penting tentang batas kehidupan: bertahan bukan berarti tetap aktif, melainkan mengubah keadaan biologis sampai lingkungan kembali memungkinkan. Karena itu tardigrada berguna bagi ilmu dasar, biologi ruang angkasa, dan studi pelindungan sel—tanpa perlu dibungkus sebagai makhluk yang benar-benar tak dapat mati.
Sumber: https://science.nasa.gov/biological-physical/investigations/cell-science-04/ | https://www.nasa.gov/humans-in-space/microscopic-superheroes-to-help-protect-astronaut-health-in-space/ | https://ntrs.nasa.gov/api/citations/20205008330/downloads/POIWG_CS-04_Final_2020.10.06.pdf | Halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:TardigradeEggsInShedCuticle.jpg | Lisensi: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
Catatan editorial: Feature evergreen, bukan laporan peristiwa terbaru. Naskah disusun Redaksi Opinix dari sumber yang dicantumkan tanpa wawancara rekaan. Foto oleh Bob Blaylock, didokumentasikan 11 September 2016, berlisensi CC BY-SA 4.0; perubahan: pemotongan, pengubahan ukuran, dan konversi JPEG, tanpa manipulasi warna.
Sains
Sains
Sains
Sains
Sains
Sains