Berita Sehari
Sains

Feature Sains: Seismometer Mengubah Gerak Tanah Menjadi Rekaman yang Dapat Dibaca

Redaksi Opinix ·

Seismometer di Moscow Institute of Physics and Technology, didokumentasikan pada 30 Maret 2026.
Seismometer di Moscow Institute of Physics and Technology, didokumentasikan pada 30 Maret 2026.
Foto: Lesless/Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0; diperkecil, ditempatkan pada kanvas 1200 × 676, dan dikonversi ke JPEG.

Seismometer bekerja ketika tanah bergerak sangat sedikit, lalu mengubah gerak itu menjadi sinyal yang dapat dianalisis. Feature ini bukan laporan gempa terbaru dan tidak mencoba meramalkan gempa; fokusnya adalah prinsip alat yang menghasilkan data dasar seismologi.

U.S. Geological Survey membedakan seismometer sebagai bagian sensor, seismograf sebagai sistem yang mencakup sensor dan perekam, serta seismogram sebagai rekaman yang dihasilkan. Dalam pemakaian sehari-hari, istilah seismometer dan seismograf memang kerap dipertukarkan.

Prinsip dasarnya bertumpu pada inersia. Rangka alat ditambatkan ke tanah sehingga ikut bergerak ketika gelombang seismik lewat, sedangkan massa yang digantung pada pegas cenderung mempertahankan kedudukannya. Perbedaan gerak relatif antara rangka dan massa kemudian diubah menjadi ukuran gerakan tanah.

Pada instrumen modern, rekaman umumnya berbentuk data digital. Gerak relatif dapat menghasilkan sinyal listrik, lalu sistem merekam perubahan amplitudo terhadap waktu. Hasilnya bukan gambar gempa secara langsung, melainkan deret data yang harus dikalibrasi dan ditafsirkan.

Satu sensor hanya mengukur komponen gerak tertentu, sehingga stasiun seismik lazim memakai beberapa komponen untuk membaca arah yang berbeda. Jaringan banyak stasiun juga diperlukan untuk membandingkan waktu kedatangan gelombang dan memperkirakan lokasi sumber gempa dengan lebih baik.

Seismogram dapat memuat gelombang P yang tiba lebih dahulu, gelombang S yang datang kemudian, dan gelombang permukaan. Jarak waktu serta bentuk sinyal membantu ilmuwan menilai jarak, kedalaman, dan karakter sumber, tetapi kualitas hasil tetap bergantung pada instrumen, lokasi pemasangan, dan pemrosesan data.

Seismometer memperlihatkan bagaimana alat sederhana secara konsep dapat menghasilkan pengetahuan yang rumit. Ia mencatat getaran yang sudah terjadi; ia bukan mesin peramal. Perbedaan ini penting agar data seismik dipahami sebagai hasil pengukuran, bukan sebagai dasar klaim prediksi yang tidak didukung bukti.

Sumber: https://www.usgs.gov/faqs/seismometers-seismographs-seismograms-whats-difference-how-do-they-work ; https://www.usgs.gov/programs/earthquake-hazards/seismographs-keeping-track-earthquakes ; https://earthquake.usgs.gov/monitoring/seismograms/examples.php

Kredit foto: Lesless; halaman berkas https://commons.wikimedia.org/wiki/File:%22%D0%A1%D0%B5%D0%B9%D1%81%D0%BC%D0%BE%D0%B3%D1%80%D0%B0%D1%84%22_Seismometer_in_Moscow_Institute_of_Physics_and_Technology_20260330_133932.jpg.

Lisensi foto: CC BY-SA 4.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). Perubahan: diperkecil, ditempatkan pada kanvas 1200 × 676 piksel, orientasi dinormalkan bila ada, dan dikonversi ke JPEG; isi visual tidak ditambah.

Referensi: Catatan editorial — Feature evergreen; bukan laporan peristiwa terkini. Artikel disusun dari sumber yang dicantumkan tanpa wawancara atau kutipan rekaan.

Baca juga