Feature Sains: Kilatan Hijau Muncul Sesaat di Tepi Matahari
Redaksi Opinix ·

Foto: Foto: Brocken Inaglory. Halaman berkas: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Development_of_Green_Flash.jpg. Lisensi: CC BY-SA 3.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0). Perubahan: orientasi disesuaikan, ukuran diperkecil, dan format dikonversi ke JPEG; substansi gambar tidak diubah.
Ini adalah feature sains, bukan laporan penampakan terbaru. Kilatan hijau adalah gejala optik atmosfer yang dapat tampak sesaat di tepi Matahari ketika terbit atau terbenam. European Southern Observatory menjelaskan bahwa atmosfer bekerja seperti prisma lemah: pembiasan dan penguraian warna membuat cahaya dengan panjang gelombang berbeda tampak pada posisi yang sedikit berbeda.
Efeknya paling mudah dicari pada cakrawala yang jauh dan tidak terhalang, misalnya di laut, dengan udara yang cukup stabil. Lapisan udara dekat permukaan lebih rapat daripada lapisan di atasnya sehingga cahaya dibelokkan. Pada saat cakram Matahari hampir hilang, pemisahan warna dapat menyisakan tepi hijau yang terlihat sangat singkat.
Penampakan tidak selalu berupa satu bentuk. Lapisan hangat dan dingin yang bergantian dapat menghasilkan struktur lebih rumit, termasuk lebih dari satu kilatan. Perubahan suhu, turbulensi, awan tipis, dan posisi pengamat dapat membuat gejala muncul, berubah, atau sama sekali tidak terlihat meski cakrawala tampak bersih.
Foto artikel merupakan rangkaian citra, bukan satu pandangan mata tanpa alat. Pemotongan, lensa, paparan, dan susunan beberapa bingkai membantu memperlihatkan perubahan yang cepat. Gambar tidak membuktikan bahwa kilatan hijau dapat dilihat dari setiap pantai atau pada setiap matahari terbenam.
Keselamatan mata harus didahulukan. Jangan menatap Matahari secara langsung dalam waktu lama dan jangan menggunakan teleskop, teropong, atau lensa pembesar tanpa penyaring surya yang benar. ESO juga mengingatkan bahwa melihat Matahari melalui alat optik tanpa perlindungan dapat menyebabkan kerusakan mata yang berat.
Kilatan hijau menarik karena memperlihatkan cara atmosfer mengubah cahaya pada skala yang dapat diamati. Ia bukan warna baru yang dipancarkan Matahari dan bukan pertanda cuaca tertentu. Penjelasan terbaik datang dari optika atmosfer, sementara keberhasilan pengamatan tetap bergantung pada geometri, udara, dan cakrawala saat itu.
Sumber: European Southern Observatory, “A Green Flash over the Very Large Telescope”, https://www.eso.org/public/images/potw1147a/ ; European Southern Observatory, “Green Flash at Sunset”, https://www.eso.org/public/images/potw1117a/ ; European Southern Observatory, “The Green Flash”, https://www.eso.org/public/images/eso0812a/ . Diakses 12 Oktober 2026.
Catatan editorial: Feature ini merangkum penjelasan observatorium dan memakai foto terbuka. Redaksi tidak mengklaim pengamatan sendiri, lokasi penampakan lokal, atau ramalan munculnya kilatan hijau.
Sains
Sains
Sains
Sains
Sains
Sains