Berita Sehari
Sains

Feature Sains: Lontaran Massa Korona Membawa Plasma dan Medan Magnet dari Matahari

Redaksi Opinix ·

Ilustrasi lontaran massa korona yang bergerak menjauhi Matahari; gambar bersifat penjelas dan bukan dokumentasi kejadian Oktober 2026.
Ilustrasi lontaran massa korona yang bergerak menjauhi Matahari; gambar bersifat penjelas dan bukan dokumentasi kejadian Oktober 2026.
Foto: Ilustrasi: NASA/Goddard Space Flight Center/Walt Feimer; domain publik; perubahan: dikonversi ke JPEG dan diskalakan — halaman foto https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Coronal_mass_ejection_moving_toward_heliopause.jpg ; lisensi https://commons.wikimedia.org/wiki/Template:PD-USGov-NASA

Lontaran massa korona atau coronal mass ejection (CME) adalah awan besar plasma dan medan magnet yang dilepaskan dari atmosfer luar Matahari. NASA membedakannya dari suar Matahari: suar merupakan semburan radiasi, sedangkan CME membawa materi bermuatan dan struktur medan magnet ke ruang antarplanet.

Satu CME dapat melontarkan miliaran ton material. Kecepatan dan arahnya berbeda-beda; NASA menjelaskan bahwa CME tercepat dapat bergerak jutaan mil per jam dan, bila mengarah ke Bumi, tiba dalam belasan jam, sedangkan yang lebih lambat membutuhkan beberapa hari.

Arah menjadi faktor penting karena tidak setiap ledakan Matahari mengenai Bumi. Ketika awan magnetik CME berinteraksi kuat dengan magnetosfer, ia dapat memicu badai geomagnetik, memperluas tampilan aurora, serta mengganggu satelit, komunikasi, navigasi, atau jaringan listrik.

Pengamatan tidak hanya mengandalkan citra permukaan Matahari. Koronagraf menutupi piringan terang Matahari agar struktur redup di korona dapat terlihat, sementara wahana antariksa dan model komputer membantu memperkirakan arah, kecepatan, serta waktu kedatangan material.

Karena dampaknya bergantung pada ukuran, kecepatan, arah, dan orientasi medan magnet, kemunculan CME bukan alasan otomatis untuk panik. Pusat cuaca antariksa memakai rangkaian pengamatan untuk menilai risiko dan menerbitkan peringatan bagi operator sistem yang rentan.

Sumber: NASA Science, “Solar Storms and Flares” — https://science.nasa.gov/sun/solar-storms-and-flares/ ; NASA, “What is a coronal mass ejection or CME?”, 6 Maret 2015 — https://www.nasa.gov/image-article/what-coronal-mass-ejection-or-cme/

Catatan editorial: Ini adalah feature sains evergreen, bukan peringatan cuaca antariksa terbaru. Ilustrasi memperlihatkan CME yang bergerak menjauhi Matahari dan bukan dokumentasi suatu kejadian pada Oktober 2026.

Baca juga