Berita Sehari
Sains

Feature Sains: DNA Barcoding Mengenali Spesies dari Potongan Pendek Materi Genetik

Redaksi Opinix ·

Kegiatan laboratorium barcoding DNA ikan, didokumentasikan pada 10 April 2013.
Kegiatan laboratorium barcoding DNA ikan, didokumentasikan pada 10 April 2013.
Foto: Foto: U.S. Food and Drug Administration; status domain publik; perubahan: dikonversi ke JPEG dan diskalakan — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Barcoding_Fish_DNA_-_6696_(11156698656).jpg

DNA barcoding adalah metode untuk membantu mengenali organisme melalui bagian pendek DNA yang telah disepakati sebagai penanda. Prinsipnya mirip kode pembanding: urutan dari sampel dicocokkan dengan pustaka referensi yang berisi urutan dari spesies yang telah diidentifikasi.

Smithsonian menjelaskan bahwa peneliti memakai wilayah gen tertentu yang konsisten untuk kelompok organisme. Pada hewan, satu bagian gen sering digunakan secara luas, sedangkan tumbuhan memerlukan penanda yang berbeda karena sejarah evolusi dan susunan genomnya tidak sama.

Prosesnya tidak dimulai dari komputer. Sampel harus dikumpulkan, diberi identitas, diawetkan, diekstraksi, lalu bagian DNA target diperbanyak dan dibaca. Mutu catatan lokasi serta identifikasi awal menentukan apakah urutan tersebut berguna sebagai referensi.

Hasil pencocokan dapat membantu inventarisasi keanekaragaman hayati, pemeriksaan produk pangan, atau penelitian spesimen yang sulit dibedakan hanya dari bentuk luar. Namun kecocokan urutan bukan satu-satunya dasar penetapan spesies; bukti morfologi, lokasi, dan pengetahuan taksonomi tetap diperlukan.

Kekuatan DNA barcoding bergantung pada kelengkapan pustaka referensi dan kualitas sampel. Spesies yang belum tercatat, urutan yang salah label, atau sampel tercampur dapat menghasilkan kesimpulan keliru, sehingga metode ini paling tepat dipahami sebagai alat identifikasi yang perlu diverifikasi.

Sumber: Smithsonian National Museum of Natural History, “Webinar: DNA Barcoding” https://naturalhistory.si.edu/education/teaching-resources/life-science/webinar-dna-barcoding ; Smithsonian National Museum of Natural History, “Plant DNA Barcode Project” https://naturalhistory.si.edu/research/botany/research/plant-dna-barcode-project

Catatan editorial: Tulisan ini adalah feature pengetahuan berdasarkan materi Smithsonian dan bukan laporan eksperimen redaksi. Foto memperlihatkan kegiatan barcoding DNA ikan oleh U.S. Food and Drug Administration pada 10 April 2013; berkas dikonversi ke JPEG dan diskalakan.

Baca juga