Feature Sains: Fitoplankton, Organisme Mikroskopis yang Menopang Jaring Makanan Perairan
Redaksi Opinix ·

Foto: Foto mikroskop: Prof. Gordon T. Taylor, Stony Brook University; domain publik; perubahan: dikonversi ke JPEG dan diskalakan — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Diatoms_through_the_microscope.jpg
Fitoplankton adalah alga mikroskopis yang hidup melayang terutama di bagian perairan yang masih mendapat cahaya. Seperti tumbuhan darat, organisme ini memiliki klorofil dan menggunakan cahaya untuk tumbuh.
National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menjelaskan bahwa fitoplankton menjadi dasar berbagai jaring makanan perairan. Udang, siput, ubur-ubur, dan banyak organisme lain bergantung langsung atau tidak langsung pada produksi primer tersebut.
Dua kelompok yang sering dikenalkan adalah dinoflagelata dan diatom. Dinoflagelata dapat bergerak menggunakan flagela, sedangkan diatom memiliki dinding sel kaku berbahan silika dan lebih banyak terbawa arus.
Pertumbuhan fitoplankton membutuhkan unsur hara seperti nitrat dan fosfat. Namun keseimbangan penting: ketika nutrien berlebih, sebagian jenis dapat berkembang tak terkendali dan membentuk ledakan alga berbahaya yang merugikan ikan, kerang, mamalia, burung, dan manusia.
Karena ukurannya kecil, pengamatan lapangan dan laboratorium saling melengkapi. Sampel air dapat diperiksa dengan mikroskop untuk mengenali bentuk, sementara pengamatan yang lebih luas membantu memantau perubahan warna atau konsentrasi pigmen di perairan.
Sumber: NOAA National Ocean Service, “What are phytoplankton?”, diperbarui 23 September 2026 https://oceanservice.noaa.gov/facts/phyto.html
Catatan editorial: Ini adalah feature pengetahuan berbasis penjelasan resmi NOAA, bukan berita temuan terbaru dan bukan penilaian kualitas suatu perairan tertentu. Foto memperlihatkan diatom dari es laut McMurdo Sound pada 1983 sebagai ilustrasi salah satu kelompok fitoplankton; berkas hanya dikonversi serta diskalakan.
Sains
Sains
Sains
Olahraga
Sains
Sains