Feature: Axolotl Membantu Ilmuwan Membaca Mekanisme Regenerasi
Redaksi Berita Sehari ·

Foto: Foto: FakirNL — 10 Oktober 2022. Wikimedia Commons: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Ambystoma_mexicanum_in_Ouwehands_Dierenpark_01.jpg. Lisensi CC BY-SA 4.0. Perubahan: dipangkas proporsional, diperkecil, dan dikonversi ke JPEG.
Axolotl, salamander air asal Meksiko, dikenal karena mempertahankan ciri larva hingga dewasa dan mampu memperbaiki bagian tubuh tertentu setelah cedera. Kemampuan itu menjadikannya organisme model penting untuk mempelajari regenerasi, bukan bukti bahwa proses yang sama dapat langsung diterapkan pada manusia.
Pada tungkai yang terluka, pemulihan berlangsung melalui rangkaian respons biologis yang teratur. Jaringan menutup luka, sel-sel di sekitar area cedera mengubah aktivitasnya, lalu terbentuk kumpulan sel yang mendukung pertumbuhan kembali struktur yang hilang.
Kajian ilmiah tentang axolotl memakai pelacakan sel, analisis ekspresi gen, dan transkriptom untuk melihat molekul yang aktif selama regenerasi. Pendekatan berbasis RNA membantu peneliti menemukan kandidat gen serta jalur yang sebelumnya sulit dikenali hanya dari bentuk jaringan.
Keunikan axolotl tidak berarti semua organ selalu tumbuh kembali tanpa batas atau tanpa kesalahan. Penelitian perlu membedakan jenis jaringan, usia hewan, lokasi cedera, serta kondisi eksperimen sebelum menarik kesimpulan.
Nilai terbesar axolotl bagi sains terletak pada pertanyaan yang dapat diuji: bagaimana sel mengetahui posisi, kapan pertumbuhan berhenti, dan bagaimana jaringan tersusun kembali. Jawaban dari hewan model ini dapat memperkaya biologi penyembuhan, meski penerapan klinis memerlukan tahapan penelitian yang jauh lebih panjang.
Sumber: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5534018/ ; https://www.nhm.ac.uk/discover/axolotls-amphibians-that-never-grow-up.html
Catatan editorial: Artikel ini merupakan feature sains yang merangkum tinjauan penelitian dan penjelasan museum sejarah alam, bukan nasihat medis atau berita terbaru.
Olahraga
Sains
Sains
Sains
Sains
Sains