Panduan Langit Oktober 2026: Orionid Memuncak sebelum Fajar, Bulan Mendekati Pleiades
Redaksi Opinix ·

Foto: John Flannery/DrPhotoMoto — CC BY-SA 2.0 — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Orionid_Meteor_(22369914212).jpg
Hujan meteor Orionid diperkirakan mencapai puncak pada malam 21 menuju 22 Oktober 2026. Panduan pengamatan langit NASA menyarankan waktu beberapa jam sebelum fajar, setelah Bulan terbenam, sebagai peluang yang lebih baik untuk melihat meteor.
Cahaya Bulan akan mengganggu sebagian pengamatan pada tahun ini. Itu berarti jumlah meteor yang terlihat dari suatu tempat dapat lebih sedikit daripada kondisi langit gelap, dan pengamat perlu menjauh dari lampu kota serta memberi waktu bagi mata untuk beradaptasi.
Orionid muncul ketika Bumi melintasi serpihan yang ditinggalkan Komet Halley. Partikel kecil memasuki atmosfer dengan cepat dan menghasilkan garis cahaya; nama hujan meteor merujuk pada titik semu asalnya di sekitar rasi Orion, bukan berarti meteor berasal dari bintang-bintang Orion.
Agenda langit lain berlangsung pada 27 dan 28 Oktober, ketika Bulan tampak berdekatan dengan gugus bintang Pleiades di arah timur pada malam hari. Enam atau tujuh bintang terang Pleiades dapat terlihat dengan mata telanjang dalam kondisi baik, sementara binokular memperlihatkan lebih banyak anggotanya.
Pengamatan tidak memerlukan teleskop untuk Orionid. Cari tempat aman dengan pandangan langit luas, periksa cuaca setempat, kenakan pakaian sesuai kondisi malam, dan hindari menatap layar terang. Waktu serta kenampakan dapat berbeda menurut lokasi dan awan.
Sumber: NASA Science, “What’s Up: October 2026 Skywatching Tips from NASA”, Oktober 2026 — https://science.nasa.gov/solar-system/skywatching/whats-up-october-2026-skywatching-tips-from-nasa/
Catatan editorial: Ringkasan ini mengikuti panduan NASA dan bukan laporan pengamatan langsung redaksi. Foto Orionid tahun 2015 digunakan sebagai ilustrasi, bukan dokumentasi langit Oktober 2026.
Sains
Sains
Sains
Sains
Sains
Sains