Berita Sehari
Sains

Feature Sains: Mengapa Garam Logam Memberi Warna Berbeda pada Nyala

Redaksi Opinix ·

Perbandingan nyala berwarna dari larutan metanol berisi beberapa garam dan senyawa logam, didokumentasikan 25 Juni 2019. Gambar diperkecil dan dikonversi ke JPEG tanpa mengubah isi.
Perbandingan nyala berwarna dari larutan metanol berisi beberapa garam dan senyawa logam, didokumentasikan 25 Juni 2019. Gambar diperkecil dan dikonversi ke JPEG tanpa mengubah isi.
Foto: Hegelrast / Wikimedia Commons — CC BY-SA 4.0 — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Coloured_flames_of_methanol_solutions_of_metal_salts_and_compounds.jpg — lisensi: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Feature sains ini membahas uji nyala, teknik pengamatan yang memperlihatkan warna berbeda ketika garam logam tertentu dipanaskan. Royal Society of Chemistry menempatkannya sebagai eksperimen pendidikan klasik untuk membandingkan warna yang dihasilkan sejumlah garam logam.

Panas memasok energi kepada atom atau ion dalam sampel. Elektron dapat berpindah ke tingkat energi yang lebih tinggi, lalu memancarkan cahaya ketika kembali ke tingkat yang lebih rendah. Selisih energinya menentukan panjang gelombang cahaya, sehingga unsur berbeda dapat membentuk pola emisi berbeda.

Mata menangkap gabungan sebagian emisi itu sebagai warna nyala. Dalam demonstrasi pendidikan, garam natrium biasanya tampak kuning kuat, litium atau stronsium memberi nuansa merah, kalium cenderung ungu muda, dan beberapa senyawa tembaga memberi warna hijau atau biru-hijau. Warna dapat dipengaruhi jenis senyawa dan kondisi percobaan.

Uji nyala berguna sebagai penyaring kualitatif, tetapi bukan alat identifikasi tunggal yang selalu pasti. Campuran unsur, konsentrasi, kebersihan kawat, bahan bakar, dan persepsi warna dapat mengubah hasil. Jejak natrium yang sangat mudah terlihat juga dapat menutupi warna yang lebih lemah.

Untuk pengukuran yang lebih teliti, ilmuwan memisahkan cahaya menjadi spektrum dan membandingkan garis-garis emisinya. NIST Atomic Spectra Database menyediakan data tingkat energi, panjang gelombang, dan spektrum atom yang dipakai sebagai rujukan, jauh melampaui penilaian warna dengan mata.

Foto pada artikel memperlihatkan beberapa nyala secara berdampingan, tetapi tidak menggantikan catatan bahan dan prosedur. Pembaca tidak dapat menyimpulkan komposisi sampel hanya dari foto karena kamera, paparan, dan tampilan layar juga mengubah warna yang terlihat.

Percobaan nyala melibatkan api terbuka, bahan kimia, dan pelarut yang dapat mudah terbakar. Demonstrasi harus dilakukan oleh pengajar atau petugas laboratorium dengan penilaian risiko, ventilasi, pelindung mata, dan prosedur institusi; artikel ini bukan petunjuk untuk mencobanya di rumah.

Sumber: Royal Society of Chemistry, https://edu.rsc.org/resources/flame-tests-using-metal-salts/1875.article ; NIST Atomic Spectra Database, https://physics.nist.gov/asd (diakses 15 Oktober 2026).

Catatan editorial: Feature evergreen ini merangkum prinsip ilmiah dari sumber pendidikan dan basis data spektrum; bukan laporan eksperimen yang dilakukan Redaksi Opinix.

Baca juga