Berita Sehari
Sains

Feature Sains: Bintik Laser Muncul dari Interferensi Cahaya Koheren di Permukaan Kasar

Redaksi Opinix ·

Pola speckle yang dihasilkan cahaya laser, diunggah 24 September 2005. Foto ilustratif tanpa parameter optik lengkap; berkas diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG.
Pola speckle yang dihasilkan cahaya laser, diunggah 24 September 2005. Foto ilustratif tanpa parameter optik lengkap; berkas diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG.
Foto: Deglr6328, 24 September 2005, CC BY 2.0 (https://creativecommons.org/licenses/by/2.0/) — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Laser_speckle.jpg

Sorot laser pada permukaan kasar dapat tampak dipenuhi bintik terang dan gelap yang disebut speckle. Feature ini menjelaskan asal pola tersebut dan salah satu pemanfaatannya dalam pencitraan, bukan petunjuk melakukan eksperimen laser tanpa pengawasan.

Cahaya laser memiliki koherensi yang tinggi dibanding banyak sumber cahaya biasa. Ketika mengenai permukaan yang tampak kusam, ketidakteraturan mikroskopis menyebarkan cahaya melalui lintasan dengan panjang berbeda menuju mata atau kamera.

Gelombang yang tiba dengan fase selaras saling menguatkan dan membentuk bagian terang, sedangkan gelombang yang berlawanan fase saling melemahkan. Hasil gabungan banyak lintasan itu tampak sebagai pola butiran acak, meski permukaan tidak memiliki bercak terang-gelap yang sama.

Pola speckle bergantung pada geometri pengamatan. Perubahan posisi sumber, permukaan, lensa, atau detektor dapat mengubah pola; karena itu speckle bukan sekadar tekstur tetap yang menempel pada benda dan bukan otomatis gangguan elektronik kamera.

Jika penghambur di dalam sampel bergerak, pola speckle berubah terhadap waktu. Laboratorium UT Austin menjelaskan bahwa kamera dengan waktu paparan tertentu akan merekam tingkat pengaburan pola, lalu kontrasnya dapat dipakai untuk memetakan dinamika aliran.

Laser speckle contrast imaging dipakai dalam riset aliran darah karena dapat merekam area luas dengan cepat. Namun hubungan antara kontras dan aliran memerlukan model, kondisi pencahayaan, waktu paparan, serta kalibrasi; gambar warna hasil olahan bukan pengukuran klinis yang berdiri sendiri.

Foto pendamping berasal dari unggahan 24 September 2005 dan memperlihatkan pola speckle laser. Gambar bersifat ilustratif, tidak memuat data panjang gelombang, daya, permukaan, atau susunan optik yang cukup untuk mengulang percobaan.

Sumber: University of Iowa, “Laser Speckle Pattern”, https://instructional-resources.physics.uiowa.edu/7g2030-laser-speckle-pattern ; UT Austin Functional Optical Imaging Laboratory, “Laser Speckle Contrast Imaging”, https://foil.bme.utexas.edu/project/laser-speckle-contrast-imaging/ ; Boas dan Dunn, “Laser speckle contrast imaging in biomedical optics”, 2010, https://foil.bme.utexas.edu/publication/boas-2010/boas-2010.pdf ; Wikimedia Commons, “Laser speckle.jpg”, https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Laser_speckle.jpg

Catatan editorial: Tulisan ini merupakan feature sains, bukan berita terbaru, panduan medis, atau prosedur laboratorium. Jangan arahkan laser ke mata, kendaraan, atau orang. Redaksi tidak melakukan eksperimen; foto hanya diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG.

Baca juga