Berita Sehari
Sains

MMX Dijadwalkan Meluncur 20 Oktober, Membawa Instrumen Pembaca Unsur Phobos

Redaksi Opinix ·

Citra arsip Phobos oleh kamera HiRISE pada Mars Reconnaissance Orbiter, 23 Maret 2008; gabungan kanal warna dan inframerah. Bukan citra MMX.
Citra arsip Phobos oleh kamera HiRISE pada Mars Reconnaissance Orbiter, 23 Maret 2008; gabungan kanal warna dan inframerah. Bukan citra MMX.
Foto: NASA / JPL-Caltech / University of Arizona / Public domain (Wikimedia Commons)

NASA pada 15 Oktober 2026 menjelaskan dukungannya bagi Martian Moons eXploration atau MMX, misi Jepang menuju dua bulan Mars. Halaman misi NASA mencantumkan rencana peluncuran pada 20 Oktober 2026. Hingga pemeriksaan sumber pada 16 Oktober, tanggal tersebut masih merupakan jadwal, bukan laporan bahwa wahana telah berangkat.

MMX dipimpin JAXA dan dirancang untuk meneliti Phobos serta Deimos, lalu membawa material Phobos ke Bumi. JAXA menargetkan pengembalian sedikitnya 10 gram sampel. Rangkaian misi mencakup pengamatan jarak dekat, pemilihan lokasi pendaratan, pengambilan material, dan perjalanan pulang dengan kapsul sampel.

Salah satu pertanyaan utamanya ialah asal kedua bulan tersebut. Dua hipotesis besar menyebutnya sebagai asteroid yang tertangkap gravitasi Mars atau benda yang terbentuk dari puing tumbukan besar. Perbandingan komposisi unsur dan hasil analisis sampel diharapkan membantu menguji penjelasan itu, bukan langsung menjanjikan satu jawaban sebelum data terkumpul.

Kontribusi NASA mencakup MEGANE, instrumen yang mengukur energi sinar gama dan neutron dari permukaan Phobos. Pengukuran tersebut dipakai untuk mempelajari komposisi unsur. Instrumen dikembangkan Johns Hopkins Applied Physics Laboratory bersama Lawrence Livermore National Laboratory; data penginderaan jauh akan melengkapi pemeriksaan material yang kelak dibawa pulang.

NASA juga menyediakan P-Sampler yang memakai nitrogen bertekanan untuk mengambil material permukaan. Alat itu melengkapi C-Sampler milik JAXA yang dirancang mengambil material lebih dalam. Perbedaan cara pengumpulan penting karena permukaan dan lapisan di bawahnya tidak harus merekam riwayat yang persis sama.

Dalam garis waktu JAXA, wahana menuju lingkungan Mars pada 2027 dan sampel dijadwalkan kembali ke Bumi pada 2031. Pengamatan kandidat lokasi mendahului pendaratan dan pengambilan material. Karena itu, keberhasilan peluncuran nanti baru menjadi awal rangkaian operasi bertahun-tahun, sementara hasil ilmiah utamanya menunggu pengamatan dan analisis.

Sumber:

NASA, NASA to Help Unlock Mysteries of Mars’ Moons in Upcoming Mission, 15 Oktober 2026 — https://science.nasa.gov/directorates/smd/planetary-science-division/nasa-to-help-unlock-mysteries-of-mars-moons-in-upcoming-mission/

NASA, halaman misi MMX — https://science.nasa.gov/mission/mmx/

JAXA, Mission Overview/Mission Flow MMX — https://www.mmx.jaxa.jp/en/mission/

Catatan editorial: Kurasi berita berbasis sumber primer; jadwal dan rencana diperiksa pada 16 Oktober 2026, bukan konfirmasi keberhasilan misi. Redaksi Opinix melakukan kurasi sumber, tanpa liputan lapangan atau wawancara sendiri.

Keterangan foto: Citra arsip Phobos oleh kamera HiRISE pada Mars Reconnaissance Orbiter, 23 Maret 2008; gabungan kanal warna dan inframerah. Bukan citra MMX. Kredit: NASA / JPL-Caltech / University of Arizona. Halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Phobos_colour_2008.jpg

Lisensi/status hak: Public domain — https://commons.wikimedia.org/wiki/Template:PD-USGov-NASA

Perubahan: ukuran disesuaikan dan berkas disimpan ulang sebagai JPEG; isi gambar tidak diubah.

Baca juga

Perangkat ayunan Newton dengan bola-bola logam yang tersusun segaris, didokumentasikan 21 September 2014. Foto dipotong seperlunya, diubah ukuran, dan dikonversi ulang ke JPEG.Sains

Ayunan Newton Memisahkan Momentum dari Energi

Ayunan Newton dikenal lewat deretan bola logam yang saling menyentuh. Ketika satu bola di ujung dilepas, bola di ujung seberang bergerak. Pemandangan ringkas itu sering disebut contoh kekekalan moment