Berita Sehari
Budaya

Merayakan 35 Tahun DEWI, Sebastian Gunawan Tampilkan Eksplorasi Kebaya Kontemporer

Redaksi ·

Peragaan koleksi Sebastian Gunawan dalam DEWI Fashion Knights di Museum Nasional Indonesia, 2 November 2026.
Peragaan koleksi Sebastian Gunawan dalam DEWI Fashion Knights di Museum Nasional Indonesia, 2 November 2026.
Foto: Dokumentasi yang disediakan kepada redaksi

JAKARTA — Desainer ternama Indonesia, Sebastian Gunawan, menghadirkan interpretasi baru busana kebaya dalam gelaran DEWI Fashion Knights (DFK) 2026 yang berlangsung di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Senin (2/11/2026).

Melalui koleksi yang mengangkat kebaya sebagai inspirasi utama, Sebastian memperlihatkan bagaimana busana tradisional Indonesia dapat diterjemahkan ke dalam rancangan kontemporer tanpa kehilangan identitas dan karakter budayanya.

Peragaan ini menjadi bagian dari perayaan 35 tahun Majalah DEWI, sekaligus menghadirkan ruang bagi para desainer untuk mengeksplorasi hubungan antara warisan mode Indonesia dan perkembangan estetika masa kini.

Kebaya Tradisional dalam Interpretasi Baru

Sebastian Gunawan mengungkapkan kegembiraannya dapat kembali berpartisipasi dalam panggung DEWI Fashion Knights. Pada kesempatan kali ini, ia memilih kebaya sebagai titik awal eksplorasi kreatifnya.

“Kali ini aku dipilih untuk show DFK dengan senang sekali. Kali ini dengan tema kebaya, tapi aku bikin dengan sesuatu yang baru. Siluetnya kebaya semua, lebih modern,” ungkap Sebastian Gunawan.

Pernyataan tersebut menjadi gambaran pendekatan yang dihadirkan dalam koleksinya. Sebastian tidak sekadar mempertahankan bentuk kebaya sebagaimana dikenal secara tradisional, tetapi juga mengeksplorasi kemungkinan baru melalui permainan konstruksi, proporsi, dan detail busana.

Di atas runway, kebaya tampil dengan karakter yang lebih berani. Rancangan berstruktur tegas dipadukan dengan garis feminin, menghadirkan keseimbangan antara unsur klasik dan modern.

Eksplorasi Siluet yang Elegan dan Kontemporer

Koleksi Sebastian Gunawan memperlihatkan eksplorasi bentuk yang memberikan perspektif baru terhadap kebaya sebagai bagian dari identitas mode Indonesia.

Sejumlah tampilan menonjolkan konstruksi bahu yang tegas, garis pinggang yang terdefinisi, serta permainan volume pada bagian atas busana.

Salah satu rancangan menghadirkan atasan berwarna merah dengan kerah tinggi yang dipadukan bersama kain bermotif tradisional. Potongannya memperlihatkan pendekatan tailoring modern yang tetap mempertahankan karakter busana Nusantara.

Tampilan lainnya menampilkan busana bernuansa putih gading dengan struktur menyerupai jubah pendek, dipadukan dengan siluet ramping dan detail dekoratif yang memberikan kesan anggun.

Sebastian juga menghadirkan permainan kontras melalui busana berwarna hitam dengan detail bordir dekoratif pada bagian dada, yang dipadukan bersama kain bermotif berwarna cerah.

Perpaduan tersebut memperlihatkan bagaimana elemen tradisional dapat diolah menjadi busana yang relevan dengan perkembangan gaya berpakaian perempuan modern.

Ketika Warisan Budaya Bertemu Kreativitas Masa Kini

Dalam koleksi ini, Sebastian Gunawan menempatkan kebaya bukan hanya sebagai busana tradisional yang dikenakan pada kesempatan tertentu, melainkan sebagai sumber inspirasi desain yang dapat terus berkembang.

Permainan material, motif kain, dan struktur rancangan menghadirkan dialog antara nilai tradisi dengan kebebasan berekspresi dalam mode kontemporer.

Pilihan warna yang beragam, mulai dari merah, putih gading, hingga hitam, turut memperkuat karakter setiap tampilan. Sementara itu, penggunaan kain bermotif tradisional menjadi elemen yang menghubungkan rancangan modern dengan kekayaan tekstil Indonesia.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa modernisasi kebaya tidak harus menghilangkan bentuk dan nilai yang telah melekat pada busana tersebut.

Sebaliknya, eksplorasi desain dapat memperluas cara kebaya dikenakan, ditafsirkan, dan diperkenalkan kepada generasi baru.

Merayakan 35 Tahun Majalah DEWI

Kehadiran Sebastian Gunawan dalam DEWI Fashion Knights 2026 menjadi bagian dari momentum perayaan 35 tahun Majalah DEWI, yang selama lebih dari tiga dekade turut mendokumentasikan perkembangan industri mode dan karya para desainer Indonesia.

Dengan Museum Nasional Indonesia sebagai lokasi penyelenggaraan, peragaan ini mempertemukan kekayaan sejarah dan budaya dengan visi kreatif para pelaku industri mode masa kini.

Melalui interpretasi kebaya yang lebih modern, Sebastian memperlihatkan bahwa busana tradisional memiliki potensi untuk terus beradaptasi mengikuti perkembangan zaman.

Koleksi tersebut sekaligus menegaskan pentingnya inovasi dalam menjaga relevansi warisan budaya di tengah perubahan selera dan tren mode global.

Bagi Sebastian Gunawan, kebaya tidak harus berhenti sebagai simbol keanggunan masa lalu. Melalui eksplorasi siluet dan konstruksi yang lebih kontemporer, busana tradisional ini dapat terus menjadi bagian dari perjalanan mode Indonesia pada masa mendatang.

Di panggung DEWI Fashion Knights 2026, kebaya tidak sekadar dikenang sebagai warisan budaya, tetapi kembali diperkenalkan sebagai ekspresi mode yang hidup, modern, dan terus berkembang.

Sumber: naskah, kutipan Sebastian Gunawan, dan dokumentasi acara yang disediakan kepada redaksi.

Baca juga