Berita Sehari
Budaya

Hian Tjen Pukau DEWI Fashion Knights 2026 Lewat Craftsmanship dan Siluet Futuristik

Redaksi ·

Hian Tjen dan koleksinya dalam DEWI Fashion Knights di Museum Nasional Indonesia, 2 November 2026.
Hian Tjen dan koleksinya dalam DEWI Fashion Knights di Museum Nasional Indonesia, 2 November 2026.
Foto: Dokumentasi yang disediakan kepada redaksi

JAKARTA — Perancang busana ternama Indonesia, Hian Tjen, menghadirkan koleksi adibusana yang memadukan keindahan craftsmanship, konstruksi arsitektural, dan sentuhan futuristik dalam gelaran DEWI Fashion Knights (DFK) 2026 di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Senin (2/11/2026).

Peragaan busana tersebut menjadi bagian dari perayaan 35 tahun Majalah DEWI, sebuah momentum yang mempertemukan kreativitas para desainer Indonesia dengan perjalanan panjang industri mode Tanah Air.

Berlatar kemegahan arsitektur Museum Nasional Indonesia yang sarat nilai sejarah, Hian Tjen menghadirkan deretan rancangan yang tidak sekadar menonjolkan kemewahan, tetapi juga memperlihatkan eksplorasi teknik pembuatan busana, detail artistik, serta permainan siluet yang menjadi ciri khasnya.

Mempertemukan Warisan Tradisi dan Estetika Modern

Pemilihan Museum Nasional Indonesia sebagai lokasi penyelenggaraan memberikan dimensi tersendiri bagi DEWI Fashion Knights 2026. Bangunan bersejarah tersebut menjadi latar yang mempertemukan warisan budaya dengan perkembangan kreativitas mode kontemporer.

Dalam koleksinya, Hian Tjen mengeksplorasi perpaduan antara teknik pengerjaan tradisional dan pendekatan desain modern. Unsur-unsur klasik diterjemahkan kembali melalui garis rancangan yang tegas, struktur busana yang kompleks, serta detail dekoratif yang menciptakan kesan futuristik.

Perpaduan tersebut menghasilkan koleksi yang memperlihatkan bagaimana nilai-nilai craftsmanship dapat terus berkembang tanpa kehilangan karakter dan keindahan pengerjaan tangan.

Detail Craftsmanship Jadi Sorotan

Salah satu kekuatan utama koleksi Hian Tjen terletak pada pengerjaan detail yang rumit dan presisi.

Aplikasi manik-manik, payet, serta permainan tekstur menjadi elemen penting yang memperkaya tampilan setiap busana. Teknik pengerjaan tangan tersebut menciptakan dimensi visual yang semakin menonjol ketika rancangan bergerak mengikuti langkah model di atas runway.

Eksplorasi material juga memberikan karakter tersendiri. Perpaduan berbagai tekstur dan detail dekoratif menghasilkan komposisi yang kaya, namun tetap mempertahankan keseimbangan antara kemewahan dan keanggunan.

Pendekatan ini memperlihatkan pentingnya craftsmanship dalam dunia adibusana, ketika kualitas sebuah rancangan tidak hanya dinilai dari penampilan akhirnya, tetapi juga dari ketelitian dan proses kreatif di balik pembuatannya.

Siluet Arsitektural dengan Sentuhan Feminin

Selain detail pengerjaan, Hian Tjen menghadirkan eksplorasi siluet yang menjadi daya tarik koleksinya.

Struktur bahu yang tegas, konstruksi korset yang presisi, serta permainan volume pada bagian rok membentuk karakter busana yang kuat dan arsitektural.

Sejumlah rancangan tampil menyerupai karya seni tiga dimensi, dengan permainan proporsi yang menciptakan kesan dramatis sekaligus elegan.

Meski mengedepankan konstruksi yang kokoh, koleksi tersebut tetap mempertahankan unsur feminin melalui lekuk busana dan jatuhnya material yang mengikuti gerakan tubuh.

Kontras antara struktur yang tegas dan kelembutan siluet inilah yang memberikan identitas visual pada koleksi Hian Tjen. Setiap rancangan tidak hanya menampilkan estetika, tetapi juga memperlihatkan kemampuan teknis dalam mengolah bentuk, volume, dan material.

Merayakan 35 Tahun Majalah DEWI

Kehadiran Hian Tjen dalam DEWI Fashion Knights 2026 turut memberikan warna pada perayaan 35 tahun Majalah DEWI, yang selama lebih dari tiga dekade menjadi salah satu bagian dari perkembangan publikasi mode dan gaya hidup Indonesia.

Melalui koleksi tersebut, Hian Tjen menunjukkan bahwa eksplorasi desain modern tetap dapat berjalan beriringan dengan penghargaan terhadap keahlian tangan dan teknik pembuatan busana yang membutuhkan ketelitian tinggi.

Peragaan ini sekaligus menjadi gambaran bagaimana industri adibusana Indonesia terus mengembangkan bahasa desainnya sendiri, dengan menggabungkan keterampilan tradisional, inovasi konstruksi, dan pendekatan estetika kontemporer.

Di tengah perkembangan tren mode global yang terus berubah, koleksi Hian Tjen di DEWI Fashion Knights 2026 menghadirkan satu pesan kuat: keindahan sebuah busana tidak hanya terletak pada tampilannya di atas panggung, tetapi juga pada keterampilan, kreativitas, dan proses panjang yang membentuknya menjadi sebuah karya.

Perpaduan craftsmanship yang rumit dan siluet berkarakter menjadi bukti bahwa adibusana Indonesia memiliki ruang untuk terus berkembang, tanpa meninggalkan nilai seni yang menjadi fondasinya.

Sumber: naskah dan dokumentasi acara yang disediakan kepada redaksi.

Baca juga