Feature Sains: Efek Tyndall Membuat Jejak Cahaya Tampak di Dalam Koloid
Redaksi Opinix ·

Foto: Saral Shots, 12 Januari 2022, CC0 1.0 (https://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/) — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Tyndall_effect_in_air.jpg
Efek Tyndall adalah hamburan cahaya tampak oleh partikel koloid. Berkas yang biasanya sulit dilihat dari samping dapat tampak seperti garis terang ketika melintasi kabut, asap, atau campuran koloid; feature ini menjelaskan prinsipnya tanpa mengklaim melakukan eksperimen redaksi.
OpenStax membedakan larutan, koloid, dan suspensi melalui ukuran serta perilaku partikel. Partikel koloid cukup besar untuk menghamburkan cahaya tetapi dapat tetap tersebar dan tidak cepat mengendap seperti partikel suspensi yang lebih kasar.
Departemen Kimia University of Washington memperagakan bahwa koloid menunjukkan efek Tyndall karena partikelnya memantulkan dan menghamburkan cahaya. Karena cahaya dialihkan ke berbagai arah, pengamat yang berada di samping lintasan dapat melihat bagian dari berkas.
Efek ini bukan tes universal yang selalu memberi jawaban tunggal. Intensitas yang terlihat dipengaruhi ukuran dan konsentrasi partikel, panjang gelombang, kuat sumber, sudut pandang, serta cahaya latar. Campuran yang terlalu pekat bahkan dapat tampak buram sehingga lintasan tidak mudah dibaca.
Eksperimen sederhana sering memakai sedikit susu di dalam air dan sebuah sumber cahaya. Namun sumber cahaya kuat atau laser tidak boleh diarahkan ke mata, permukaan reflektif, kendaraan, atau pesawat. Demonstrasi di kelas perlu mengikuti prosedur keselamatan dan pengawasan yang sesuai.
Efek Tyndall juga perlu dibedakan dari hamburan Rayleigh oleh molekul yang jauh lebih kecil, yang membantu menjelaskan warna langit. Keduanya sama-sama melibatkan hamburan, tetapi ukuran penghambur dan ketergantungan terhadap panjang gelombang tidak identik.
Foto pendamping memperlihatkan sinar matahari yang terlihat karena partikel di udara pada 12 Januari 2022. Gambar merupakan ilustrasi alami hamburan cahaya, bukan hasil pengukuran ukuran partikel atau pembuktian komposisi udara di lokasi.
Sumber: OpenStax, “11.5 Colloids — Chemistry 2e”, https://openstax.org/books/chemistry-2e/pages/11-5-colloids ; University of Washington Department of Chemistry, “The Tyndall Effect”, https://chem.washington.edu/lecture-demos/tyndal-effect ; Royal Institution, “John Tyndall’s blue sky apparatus”, https://www.rigb.org/explore-science/explore/collection/john-tyndalls-blue-sky-apparatus ; Wikimedia Commons, “Tyndall effect in air”, https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Tyndall_effect_in_air.jpg
Catatan editorial: Tulisan ini ditandai sebagai feature sains, bukan berita terbaru. Redaksi tidak melakukan eksperimen dan tidak menyamakan semua hamburan atmosfer dengan efek yang sama. Foto hanya diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG.
Sains
Sains
Olahraga
Sains
Sains
Sains