Berita Sehari
Sains

Feature Sains: Mesin Stirling Mengubah Selisih Suhu Menjadi Kerja

Redaksi Opinix ·

Model mesin Stirling selisih suhu rendah di atas cangkir, 9 November 2009. Dokumentasi satu demonstrator, bukan hasil pengukuran suhu, daya, efisiensi, atau kinerja semua mesin Stirling; berkas diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG.
Model mesin Stirling selisih suhu rendah di atas cangkir, 9 November 2009. Dokumentasi satu demonstrator, bukan hasil pengukuran suhu, daya, efisiensi, atau kinerja semua mesin Stirling; berkas diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG.
Foto: Michele M. F., 9 November 2009, CC BY-SA 2.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0/) — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Kontax_low_temperature_difference_Stirling_Engine_on_a_Coffee_cup.jpg

Mesin Stirling adalah mesin kalor yang memakai gas kerja di dalam sistem tertutup dan bergerak melalui siklus pemanasan, pemuaian, pendinginan, serta pemampatan. Feature ini menjelaskan prinsip dasarnya; tulisan ini bukan laporan pengujian alat atau klaim efisiensi produk tertentu.

NASA menjelaskan bahwa sistem termodinamika tertutup dapat bertukar energi, tetapi tidak bertukar materi dengan lingkungan. Ketika gas dipanaskan, tekanannya meningkat dan dapat mendorong piston. Saat didinginkan, gas menyusut dan membantu menggerakkan piston kembali.

Perangkat Stirling memiliki ujung panas dan ujung dingin. Sebuah displacer memindahkan gas bolak-balik di antara kedua wilayah itu, sementara gas bekerja pada piston daya. Gerakan berulang dapat diteruskan sebagai kerja mekanis atau diubah menjadi listrik melalui alternator.

Komponen penting lain adalah regenerator. Bagian ini menyerap sebagian panas dari gas saat gas bergerak menuju sisi dingin, lalu mengembalikannya ketika aliran berbalik menuju sisi panas. Tujuannya mengurangi panas yang terbuang di dalam siklus dan meningkatkan kinerja dibanding rancangan tanpa penyimpanan panas internal.

Karena panas diberikan dari luar ruang gas, sumber energinya dapat beragam selama tersedia perbedaan suhu yang memadai. Model selisih suhu rendah bahkan dapat berputar di atas cangkir minuman hangat. Demonstrasi semacam itu tidak berarti seluruh energi panas berubah menjadi kerja; gesekan, kebocoran panas, dan perbedaan antara siklus ideal dan alat nyata tetap membatasi hasilnya.

NASA meneliti konverter Stirling piston bebas untuk sistem tenaga radioisotop di wahana antariksa. Konteks ini berbeda jauh dari model meja: desain ruang angkasa memerlukan keandalan jangka panjang, pengendalian gerak, dan konversi listrik. Foto demonstrasi tidak boleh dianggap mewakili perangkat tersebut.

Foto pendamping memperlihatkan model mesin Stirling selisih suhu rendah di atas cangkir pada 9 November 2009. Gambar mendokumentasikan satu demonstrator, bukan hasil pengukuran suhu, daya, efisiensi, atau kinerja semua mesin Stirling.

Sumber: NASA Science, “Dynamic Radioisotope Power”, diperbarui 10 Agustus 2026, https://science.nasa.gov/planetary-science/programs/radioisotope-power-systems/dynamic-power/ ; W. R. Martini, “Stirling Engine Design Manual, 2nd Edition”, NASA-CR-168088, 1983, https://ntrs.nasa.gov/citations/19830022057

Catatan editorial: Tulisan ini ditandai sebagai feature sains, bukan berita terbaru. Redaksi tidak menguji mesin dan tidak memperkirakan efisiensi model pada foto. Perbedaan antara prinsip ideal, demonstrator meja, dan konverter ruang angkasa dinyatakan. Foto hanya diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG.

Baca juga