Berita Sehari
Sains

Kaki Tokek Menempel lewat Jutaan Struktur Halus, Bukan Cairan Perekat

Redaksi ·

Bagian bawah kaki tokek saat berjalan pada kaca, didokumentasikan 7 Januari 2009. Gambar dipangkas proporsional dan dikonversi ke JPEG.
Bagian bawah kaki tokek saat berjalan pada kaca, didokumentasikan 7 Januari 2009. Gambar dipangkas proporsional dan dikonversi ke JPEG.
Foto: Bjørn Christian Tørrissen / Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Tokek dapat bergerak di dinding dan kaca tanpa mengeluarkan lem cair. Kemampuan itu berasal dari jutaan struktur menyerupai rambut pada jari kaki yang disebut setae, yang bercabang lagi menjadi ujung jauh lebih kecil bernama spatulae.

Penjelasan National Institute of Standards and Technology menyebut setae lentur mengikuti kontur mikroskopis permukaan. Ketika spatulae berada sangat dekat dengan bahan yang dipijak, interaksi antarmolekul yang dikenal sebagai gaya van der Waals membantu menghasilkan daya lekat.

Pelepasan tidak memerlukan pelarut. Tokek mengubah sudut setae sehingga kontak dan gaya tarik berkurang, lalu kaki dapat diangkat untuk langkah berikutnya. Mekanisme yang bergantung pada arah ini berbeda dari selotip yang tetap lengket ke segala arah.

Riset yang dipublikasikan pada 6 Juli 2022 menambahkan lapisan lain pada penjelasan tersebut. Dengan mikroskop sinar-X sinkrotron, tim internasional menemukan permukaan setae dilapisi molekul lipid penolak air yang tersusun rapat, dengan ketebalan sekitar satu nanometer.

NIST menyatakan lipid mungkin membantu menyingkirkan air di bawah spatulae sehingga kontak dengan permukaan menjadi lebih dekat. Kata mungkin penting: fungsi itu merupakan penjelasan yang sedang diteliti, bukan alasan untuk menganggap kaki tokek selalu mencengkeram sama baiknya dalam setiap kondisi basah.

Struktur bertingkat ini menginspirasi penelitian perekat kering, sarung tangan, dan robot pemanjat. Meniru bentuk saja belum cukup karena bahan, ketahanan aus, kebersihan permukaan, sudut gaya, dan skala manufaktur semuanya memengaruhi kinerja.

Foto memperlihatkan bagian bawah kaki tokek saat berjalan pada kaca pada 7 Januari 2009. Gambar dipangkas dan dikonversi ke JPEG untuk tata letak tanpa mengubah isi faktualnya.

Sumber: https://www.nist.gov/news-events/news/2022/07/gecko-feet-are-coated-ultra-thin-layer-lipids-help-them-stay-sticky ; https://www.nist.gov/publications/evidence-gecko-setae-are-coated-ordered-nanometer-thin-lipid-film

Catatan editorial: artikel evergreen ini merangkum penjelasan dan publikasi NIST tentang struktur kaki tokek. Kemungkinan aplikasi biomimetik disebut sebagai arah riset, bukan produk yang sudah terbukti untuk semua permukaan.

Dokumentasi foto: Bagian bawah kaki tokek saat berjalan pada kaca, didokumentasikan 7 Januari 2009. Gambar dipangkas proporsional dan dikonversi ke JPEG.

Kredit foto: Bjørn Christian Tørrissen / Wikimedia Commons.

Halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gecko_foot_on_glass.JPG

Lisensi foto: CC BY-SA 3.0 — https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0

Perubahan gambar: orientasi EXIF dinormalkan, dikonversi ke JPEG, diperkecil proporsional hingga sisi terpanjang 1.600 piksel, dan dikompresi; tidak ada perubahan isi.

Baca juga

Jejak perahu cepat dilihat dari udara di North Promenade, Cleethorpes, Inggris, didokumentasikan 16 Juni 2024. Foto ilustrasi jejak kapal; bukan pengukuran presisi sudut Kelvin.Sains

Jejak Kapal Membuka Geometri Gelombang Kelvin

Kapal yang bergerak di permukaan air meninggalkan pola gelombang berbentuk huruf V. Dalam model klasik yang dikaitkan dengan William Thomson atau Lord Kelvin, batas pola itu memiliki setengah sudut se