Berita Sehari
Sains

Moonbow Terbentuk Ketika Cahaya Bulan Diuraikan Tetes Air

Redaksi ·

Moonbow di pantai Spiekeroog, Jerman, 13 Agustus 2017.
Moonbow di pantai Spiekeroog, Jerman, 13 Agustus 2017.
Foto: Stephan Sprinz / Wikimedia Commons — CC BY 4.0

Moonbow adalah pelangi yang terbentuk dari cahaya bulan. Proses optiknya pada dasarnya serupa dengan pelangi siang: cahaya memasuki tetes air, dibiaskan, dipantulkan di bagian dalam, lalu dibiaskan kembali ketika keluar.

Cahaya bulan sebenarnya merupakan cahaya Matahari yang dipantulkan permukaan Bulan. Karena intensitasnya jauh lebih lemah daripada sinar Matahari langsung, moonbow biasanya tampak pucat bagi mata manusia; warna dapat lebih jelas pada foto dengan pencahayaan lebih lama.

Geometri pengamatan tetap penting. Tetes air perlu berada di arah berlawanan dari sumber cahaya, sehingga pengamat membelakangi Bulan dan menghadap hujan atau kabut air. Langit yang gelap membantu kontras, sedangkan cahaya kota dapat menyulitkan pengamatan.

Fase Bulan yang terang meningkatkan peluang karena lebih banyak cahaya tersedia. Namun, Bulan terang saja tidak cukup: perlu ada tetes air pada posisi yang sesuai, sudut pandang yang tepat, serta langit yang memungkinkan busur terlihat.

Galeri National Weather Service di Honolulu memuat dokumentasi moonbow sebagai fenomena cuaca. Sementara itu, penjelasan NASA tentang fase Bulan membantu membedakan perubahan bagian Bulan yang tampak terang dari Bumi dengan sumber cahaya sebenarnya, yaitu pantulan sinar Matahari.

Moonbow tidak menunjukkan cahaya khusus yang dipancarkan Bulan. Fenomena ini justru memperlihatkan bahwa hukum pembiasan dan pemantulan yang sama dapat menghasilkan tampilan berbeda ketika sumber cahaya jauh lebih redup.

Sumber: https://preview.weather.gov/hfo/gallery; https://science.nasa.gov/moon/

Dokumentasi foto: Moonbow di pantai Spiekeroog, Jerman, 13 Agustus 2017. Kredit Stephan Sprinz / Wikimedia Commons — CC BY 4.0. Halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Moonbow_at_the_beach_of_Spiekeroog,_Germany_02.jpg. Lisensi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/. Perubahan: orientasi dinormalkan, diperkecil bila perlu, dikonversi ke JPEG, dan dikompresi tanpa mengubah substansi.

Catatan editorial: artikel pengetahuan ini disusun dari sumber tertaut dan tidak dinyatakan sebagai berita terbaru.

Baca juga