Berita Sehari
Sains

Feature Sains: Cincin Newton Menunjukkan Interferensi dalam Lapisan Udara Tipis

Redaksi Opinix ·

Pola Cincin Newton yang terbentuk dari interferensi cahaya pada lapisan tipis. Dokumentasi 6 September 2007; gambar dipotong dan diubah ukurannya.
Pola Cincin Newton yang terbentuk dari interferensi cahaya pada lapisan tipis. Dokumentasi 6 September 2007; gambar dipotong dan diubah ukurannya.
Foto: Winnie Summer — CC BY-SA 3.0

Cincin Newton adalah pola lingkaran terang dan gelap yang muncul ketika cahaya dipantulkan oleh dua permukaan yang dipisahkan lapisan sangat tipis, biasanya sebuah lensa cembung di atas kaca datar. Pola ini menjadi cara visual untuk melihat sifat gelombang cahaya.

Di antara lensa dan kaca terdapat lapisan udara yang ketebalannya bertambah dari pusat ke arah luar. Sebagian cahaya dipantulkan pada batas pertama, sementara bagian lain masuk lebih jauh lalu dipantulkan pada batas berikutnya. Kedua gelombang pantul itu bertemu kembali.

Jika perbedaan lintasan membuat gelombang saling menguatkan, pengamat melihat bagian terang. Jika keduanya saling melemahkan, terbentuk bagian gelap. Pergantian kondisi itu mengikuti perubahan ketebalan lapisan udara sehingga pola tersusun sebagai cincin konsentris.

Warna cahaya turut menentukan jarak antarcincin. Cahaya dengan satu panjang gelombang menghasilkan pola terang-gelap yang tegas, sedangkan cahaya putih dapat memunculkan warna karena setiap panjang gelombang memenuhi syarat interferensi pada ketebalan yang sedikit berbeda.

Percobaan ini sensitif terhadap kebersihan dan posisi permukaan. Debu, tekanan yang tidak merata, atau lensa yang bergeser dapat mengubah pola. Karena itu, Cincin Newton juga mengajarkan bahwa pengukuran optik memerlukan geometri dan kondisi permukaan yang terkendali.

Konsep yang sama membantu menjelaskan warna pada gelembung sabun, lapisan minyak, dan pelapis optik. Benda-benda itu tidak selalu berwarna karena pigmen; cahaya dapat dipilih atau dibatalkan oleh struktur lapisan yang ketebalannya mendekati skala panjang gelombang.

Cincin Newton tidak sekadar gambar yang menarik. Ia menghubungkan pengamatan sederhana dengan interferensi, panjang gelombang, dan pengukuran ketebalan, sekaligus menunjukkan bahwa informasi yang sangat kecil dapat dibaca melalui pola cahaya yang jauh lebih besar.

Sumber: https://openstax.org/books/university-physics-volume-3/pages/3-4-interference-in-thin-films; https://openstax.org/books/college-physics-2e/pages/27-7-thin-film-interference; https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Newton-rings.jpg; https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/.

Catatan editorial: Artikel ini adalah feature evergreen, bukan berita terbaru. Fakta dan tautan diperiksa pada 13 Oktober 2026. Foto: Winnie Summer, 6 September 2007, CC BY-SA 3.0. Halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Newton-rings.jpg. Lisensi: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/. Perubahan gambar: dipotong ke rasio 16:9, diubah ukuran menjadi 1200 × 676 piksel, dan dikonversi ke JPEG.

Baca juga