Berita Sehari
Sains

Berapa Lama Lauk Matang Bisa Disimpan di Kulkas? Kenali Batasnya

Redaksi ·

Foto arsip wadah makanan dalam kulkas, San Antonio, Amerika Serikat, 8 Juni 2020. Ilustrasi penyimpanan; foto tidak menyatakan seluruh praktik yang terlihat sudah benar.
Foto arsip wadah makanan dalam kulkas, San Antonio, Amerika Serikat, 8 Juni 2020. Ilustrasi penyimpanan; foto tidak menyatakan seluruh praktik yang terlihat sudah benar.
Foto: Lance Cheung/USDA, public domain; ukuran foto diperkecil.

Memasukkan sisa lauk ke kulkas sering terasa seperti menyelesaikan urusan penyimpanan. Padahal, suhu dingin tidak membuat makanan matang bertahan tanpa batas. Waktu sejak makanan selesai diolah, lamanya berada di meja, serta suhu kulkas bersama-sama menentukan cara menyimpan yang lebih aman.

Tabel penyimpanan FoodSafety.gov memberi rentang tiga sampai empat hari untuk sisa daging atau unggas matang, sup, dan semur di kulkas bersuhu 4 derajat Celsius atau lebih rendah. Rentang ini merujuk pada makanan yang ditangani dengan benar sejak awal, bukan jaminan bagi lauk yang sebelumnya sudah terlalu lama dibiarkan di luar pendingin.

Perbedaan jenis makanan juga perlu diperhatikan. Telur rebus, misalnya, tercantum dapat disimpan selama satu minggu dalam tabel yang sama. Karena itu, satu angka tidak bisa diterapkan begitu saja pada seluruh isi kulkas. Untuk produk kemasan, baca pula petunjuk penyimpanan yang diberikan produsennya.

Bagian yang kerap terlewat justru terjadi sebelum pintu kulkas ditutup. FDA meminta makanan yang perlu pendinginan tidak dibiarkan pada suhu ruang lebih dari dua jam. Batasnya menjadi satu jam ketika suhu udara melebihi sekitar 32 derajat Celsius. Ketentuan itu juga mencakup makanan sisa dan makanan yang dibawa pulang dari tempat makan.

USDA menyarankan membagi makanan sisa ke wadah dangkal agar proses pendinginannya lebih cepat dan merata. Tutup wadah dengan rapat atau bungkus makanan secara baik. Menyimpan satu masakan dalam beberapa porsi kecil juga memudahkan anggota keluarga mengambil bagian yang diperlukan tanpa harus mengeluarkan seluruh persediaan sekaligus.

Suhu kulkas sebaiknya diukur, bukan hanya dinilai dari rasa dingin saat pintunya dibuka. FDA menyebut termometer khusus kulkas sebagai cara mengetahui suhu penyimpanan. Isi yang terlalu padat perlu dihindari karena udara dingin harus tetap dapat bersirkulasi. Bersihkan tumpahan dan pisahkan bahan mentah dari makanan yang siap disantap.

Aroma dan penampilan juga mempunyai keterbatasan. Makanan yang tampak normal belum tentu bebas dari bakteri penyebab penyakit. Sebaliknya, makanan berjamur atau berbau mencurigakan perlu dibuang. Bila riwayat penyimpanannya meragukan, jangan menjadikan mencicipi makanan sebagai cara untuk memastikan keamanannya.

Kebiasaan sederhana yang dapat membantu adalah menandai tanggal penyimpanan dan mendahulukan porsi yang lebih lama disimpan. Jika makanan tidak akan segera dimakan, pertimbangkan pembekuan dengan penanganan yang benar. Kulkas membantu memperlambat pertumbuhan bakteri, tetapi tetap membutuhkan pengelolaan waktu, suhu, dan kebersihan yang konsisten.

Sumber:

FDA — Are You Storing Food Safely?: https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/are-you-storing-food-safely

FoodSafety.gov — Cold Food Storage Chart: https://www.foodsafety.gov/food-safety-charts/cold-food-storage-charts

USDA FSIS — How do I handle leftovers safely?: https://ask.fsis.usda.gov/article/How-do-I-handle-leftovers-safely

Foto dan status hak: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Food_Safety_-_Cut_Waste_in_Refrigerators_(20200608-FSIS-LSC-0179).jpg | https://commons.wikimedia.org/wiki/Template:PD-USGov-USDA

Catatan editorial: artikel penjelasan evergreen berdasarkan panduan lembaga keamanan pangan Amerika Serikat, bukan laporan kejadian terbaru. Foto arsip diperkecil tanpa mengubah komposisi.

Baca juga