Berita Sehari
Sains

Stickney, Kawah Raksasa yang Hampir Membelah Phobos

Redaksi Opinix ·

Kawah Stickney pada Phobos dalam citra HiRISE, direkam Maret 2008 dari sekitar 6.000 kilometer. Warna diperkuat; gambar dipotong proporsional hanya bila diperlukan oleh tampilan dan dikonversi ke JPEG.
Kawah Stickney pada Phobos dalam citra HiRISE, direkam Maret 2008 dari sekitar 6.000 kilometer. Warna diperkuat; gambar dipotong proporsional hanya bila diperlukan oleh tampilan dan dikonversi ke JPEG.
Foto: NASA/JPL-Caltech/University of Arizona, 9 April 2008, public domain — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:221831main_PIA10368.png

Foto Phobos yang dipilih NASA sebagai Astronomy Picture of the Day pada 9 Oktober 2026 memperlihatkan Stickney, kawah terbesar di satelit alami Mars itu. Cekungan tersebut berdiameter lebih dari sembilan kilometer—hampir separuh lebar Phobos—sehingga ukurannya mendominasi permukaan benda langit kecil tersebut.

Nama kawah itu diambil dari Chloe Angeline Stickney Hall, matematikawan dan istri astronom Asaph Hall. Asaph Hall menemukan dua satelit Mars, Phobos dan Deimos, pada 1877. Penamaan tersebut mengabadikan peran Stickney Hall dalam konteks sejarah penemuan, bukan menandai orang yang pertama kali mengamati kawahnya.

Citra berwarna diperkuat itu dibuat dari pengamatan kamera HiRISE pada wahana Mars Reconnaissance Orbiter. NASA menyebut pengambilan dilakukan pada Maret 2008 ketika wahana berada sekitar 6.000 kilometer dari Phobos. Penguatan warna membantu peneliti membedakan ciri permukaan yang sulit terlihat pada citra alami.

Besarnya Stickney menunjukkan bahwa tumbukan pembentuk kawah nyaris menghancurkan Phobos. Meski tampak dramatis, foto tunggal tersebut tidak cukup untuk merekonstruksi seluruh proses tumbukan; kesimpulan tentang sejarahnya bergantung pada bentuk kawah, sifat material, dan pemodelan ilmiah.

Gravitasi permukaan Phobos kurang dari seperseribu gravitasi Bumi. Guratan di dinding Stickney karena itu dipahami sebagai jejak material lepas yang meluncur perlahan menuruni lereng, sedangkan bagian berwarna kebiruan dapat menandai bahan yang relatif baru tersingkap.

Alur-alur panjang yang melintas di permukaan Phobos masih menyisakan pertanyaan. NASA mencatat dua gagasan utama: alur dapat berkaitan dengan tegangan pasang surut akibat Mars atau dengan peristiwa pembentukan Stickney. Citra ini berguna sebagai pintu masuk memahami masalah tersebut, tetapi bukan jawaban final atas asal semua alur.

Sumber: NASA Science, “APOD: 2026 October 9 — Stickney Crater”, https://science.nasa.gov/image-article/apod-2026-october-9-stickney-crater/

Catatan editorial: Tulisan ini disusun sebagai penjelasan sains dari halaman primer NASA, tanpa kutipan rekaan. Foto adalah citra HiRISE Maret 2008 dan bukan dokumentasi baru pada 2026; warna diperkuat dan berkas hanya diubah ukuran serta dikonversi ke JPEG.

Baca juga