Landsat Rekam Luas Banjir Thailand setelah Hujan Lebat Berkepanjangan
Redaksi Opinix ·

Foto: Lauren Dauphin/NASA Earth Observatory, menggunakan data Landsat dari USGS; halaman gambar https://science.nasa.gov/earth/earth-observatory/floodwaters-overwhelm-thailand/; penggunaan sesuai NASA Media Usage Guidelines https://www.nasa.gov/nasa-brand-center/images-and-media/; perubahan: diperkecil dan dikonversi ke JPEG.
NASA Earth Observatory menerbitkan citra satelit yang memperlihatkan genangan luas di Provinsi Prachin Buri, Thailand, setelah rangkaian hujan lebat sejak pertengahan September 2026. Citra warna semu itu direkam Landsat 9 pada 2 Oktober dan dipublikasikan pada 9 Oktober 2026, dengan Sungai Bang Pakong sebagai salah satu titik perhatian.
Menurut ringkasan NASA, banjir sejak pertengahan September menjangkau 50 provinsi, memengaruhi lebih dari empat juta orang, dan menimbulkan korban jiwa. Angka tersebut menggambarkan cakupan nasional peristiwa, sementara citra yang ditampilkan berfokus pada sebagian wilayah Prachin Buri, bukan seluruh daerah terdampak.
Curah hujan di Bangkok memberi gambaran tentang intensitas cuaca di kawasan itu. Dalam 48 jam pada 7–8 September, kota tersebut menerima hampir 300 milimeter hujan; sebagai pembanding, rata-rata curah hujan sepanjang September adalah 344 milimeter.
Pasangan citra 2 Oktober 2026 dan periode yang sama pada 2025 membantu menunjukkan perubahan tutupan air. Pada komposit warna semu, air tampak biru gelap, vegetasi berwarna hijau, dan kawasan terbangun cenderung pucat; bentuk merah terang yang terlihat di beberapa lokasi merupakan susunan panel surya terapung.
Dampaknya tidak berhenti pada permukiman dan jalan. Pemerintah Thailand memperkirakan sekitar 270.000 hektare lahan pertanian terdampak, sehingga pemantauan dari ruang angkasa juga relevan untuk membaca risiko terhadap produksi pangan dan pemulihan wilayah.
Landsat tidak menggantikan laporan lapangan, tetapi memberi pandangan seragam atas area yang luas dan memungkinkan perbandingan antartanggal. Citra ini karena itu paling tepat dibaca sebagai satu lapisan bukti yang melengkapi data cuaca, laporan kedaruratan, dan penilaian kerusakan di darat.
Sumber: https://science.nasa.gov/earth/earth-observatory/floodwaters-overwhelm-thailand/
Catatan editorial: Artikel ini disusun sebagai kurasi sains lingkungan dari sumber primer NASA Earth Observatory. Foto utama berupa citra satelit warna semu tanggal 2 Oktober 2026, bukan foto langsung keadaan di permukaan; redaksi tidak melakukan wawancara dan tidak menambahkan klaim di luar sumber.
Sains
Teknologi
Teknologi
Sains
Sains
Teknologi