Berita Sehari
Teknologi

BRIN dan KISTI Membuka Akses Komputasi Kinerja Tinggi bagi Periset ASEAN

Redaksi Berita Sehari ·

Ilustrasi klaster komputer, didokumentasikan 16 Maret 2008; bukan fasilitas HPC ASEAN–Korea di Cibinong. Gambar diperkecil dan dikonversi ke JPEG tanpa mengubah isi.
Ilustrasi klaster komputer, didokumentasikan 16 Maret 2008; bukan fasilitas HPC ASEAN–Korea di Cibinong. Gambar diperkecil dan dikonversi ke JPEG tanpa mengubah isi.
Foto: Ed Schipul / Wikimedia Commons — CC BY-SA 2.0 — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Big_iron_(2341876603).jpg

Badan Riset dan Inovasi Nasional bersama Korea Institute of Science and Technology Information menyiapkan akses terbuka ke Fasilitas Komputasi Kinerja Tinggi ASEAN–Korea di Cibinong. Pendaftaran pemanfaatan untuk kelompok pertama dibuka sampai 20 Oktober 2026 melalui mekanisme proposal.

Sistem tersebut memiliki kapasitas komputasi 4,28 petaflops, 64 GPU NVIDIA H200, memori hingga 1,5 terabita per node, dan penyimpanan 4 petabita. Jaringan internal memakai InfiniBand hingga 400 gigabit per detik, sementara konektivitas internasional hingga 10 gigabit per detik disediakan melalui IDREN.

Tata kelola fasilitas melibatkan komite penasihat, komite ilmiah, dan manajemen operasional BRIN dengan dukungan KISTI. Komite ilmiah menetapkan kebijakan dan menilai proposal agar penggunaan sumber daya lintas negara dapat diukur dan dipertanggungjawabkan.

Sebelum pembukaan umum, uji coba dilakukan bersama 15 pengguna undangan dari delapan negara ASEAN. BRIN mencatat sekitar 3.000 pekerjaan komputasi dengan total waktu penggunaan 5.000 jam; masukan peserta dipakai untuk rekonfigurasi dan optimalisasi sistem.

Pengajuan dan peninjauan dikelola melalui ELSA AKF. Proposal dinilai dari keterlibatan negara anggota ASEAN, kuota negara tuan rumah, serta kelayakan ilmiah dan teknis; 35 persen sumber daya dialokasikan untuk Indonesia, dan sekitar 77 permintaan pembuatan akun telah diterima ketika rapat tata kelola berlangsung.

Fasilitas ditujukan bagi warga negara anggota ASEAN untuk penelitian dan tujuan damai. Tenggat pengajuan bukan jaminan proposal diterima, sedangkan penggunaan baru dimulai setelah peninjauan dan persiapan sistem selesai; kapasitas teknis juga tidak dengan sendirinya menggambarkan kinerja setiap aplikasi riset.

Sumber: BRIN, “BRIN-KISTI Siapkan Akses HPC bagi Periset ASEAN”, 29 September 2026, https://www.brin.go.id/news/130602/brin-kisti-siapkan-akses-hpc-bagi-periset-asean ; ASEAN-Korea Science, Technology and Innovation Cooperation Center, versi terbitan BRIN, https://akstcc.org/brin-kisti-siapkan-akses-hpc-bagi-periset-asean-id ; halaman foto Wikimedia Commons, https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Big_iron_(2341876603).jpg

Catatan editorial: Artikel ini merangkum data teknis dan mekanisme akses yang diterbitkan BRIN tanpa menguji fasilitas. Foto memperlihatkan klaster komputer di Amerika Serikat pada 16 Maret 2008—bukan fasilitas ASEAN–Korea di Cibinong—karya Ed Schipul, berlisensi CC BY-SA 2.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0). Gambar diperkecil dan dikonversi ke JPEG tanpa mengubah isi.

Baca juga