Berita Sehari
Sains

Feature: Mengapa Dua Voyager Masih Penting bagi Sains Antariksa

Redaksi Opinix ·

Ilustrasi wahana Voyager yang diterbitkan NASA/JPL, 1 Januari 1990. Gambar ilustrasi misi; berkas diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG.
Ilustrasi wahana Voyager yang diterbitkan NASA/JPL, 1 Januari 1990. Gambar ilustrasi misi; berkas diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG.
Foto: NASA/JPL, 1 Januari 1990, public domain (https://creativecommons.org/publicdomain/mark/1.0/) — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Voyager_spacecraft.jpg

Voyager 1 dan Voyager 2 diluncurkan NASA pada 1977 untuk menjelajahi planet luar, lalu melanjutkan perjalanan jauh melampaui sasaran awalnya. Feature ini menjelaskan arti ilmiah misi tersebut dari halaman resmi NASA dan bukan berita tentang penemuan baru pada hari ini.

Voyager 2 berangkat pada 20 Agustus 1977, sedangkan Voyager 1 diluncurkan pada 5 September. Nomor wahana tidak mengikuti urutan peluncuran karena Voyager 1 menempuh lintasan lebih cepat. Keduanya memanfaatkan susunan posisi planet yang memungkinkan bantuan gravitasi untuk mengubah kecepatan dan arah.

Misi Voyager menghasilkan pengamatan dekat terhadap Jupiter dan Saturnus. Voyager 2 kemudian menjadi satu-satunya wahana yang mengunjungi Uranus dan Neptunus dari jarak dekat. Data serta citranya membantu ilmuwan mempelajari atmosfer, cincin, medan magnet, dan satelit alam pada dunia-dunia tersebut.

Voyager 1 memasuki ruang antarbintang pada 2012 dan Voyager 2 menyusul pada 2018 menurut NASA. “Ruang antarbintang” dalam konteks ini berarti wahana telah melewati heliopause, batas pengaruh angin Matahari, bukan berarti telah keluar dari Tata Surya dalam semua definisi.

Tenaga listrik berasal dari generator termoelektrik radioisotop yang dayanya terus menurun. Tim misi karena itu mengelola instrumen dan pemanas dengan hati-hati. Jarak yang amat jauh juga membuat komunikasi berlangsung dengan jeda panjang dan sinyal sangat lemah melalui Deep Space Network.

Kedua wahana membawa Golden Record berisi suara dan gambar pilihan dari Bumi. Piringan itu sering menjadi simbol budaya misi, tetapi nilai ilmiah Voyager terutama terletak pada pengukuran lingkungan planet dan ruang antarbintang yang dikirim kembali selama puluhan tahun.

Sumber: NASA Science, “Voyager 1”, https://science.nasa.gov/mission/voyager/voyager-1/ ; “Voyager 2”, https://science.nasa.gov/mission/voyager/voyager-2/ ; “Voyager Mission Overview”, https://science.nasa.gov/mission/voyager/

Catatan editorial: Tulisan ini ditandai sebagai feature evergreen dan bukan berita terbaru. Istilah heliopause dijelaskan agar tidak disalahartikan sebagai batas tunggal Tata Surya. Ilustrasi wahana berasal dari NASA/JPL; berkas hanya diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG.

Baca juga