Efek Lotus Membuat Air Membulat di Atas Permukaan Sangat Menolak Air
Redaksi Opinix ·

Foto: GJ Bulte, 4 Desember 2010, CC BY-SA 3.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/) — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Lotus_leaf_with_waterdrops.jpg
Daun lotus sering menahan air sebagai butiran yang hampir bulat dan mudah bergerak. Perilaku ini menjadi contoh permukaan superhidrofobik, yaitu permukaan yang sangat sulit dibasahi sehingga kontak air dengan bahan diperkecil.
Sifat tersebut bukan hanya akibat satu lapisan seperti lilin. Struktur permukaan pada skala mikro dan nano membantu menjebak udara di bawah tetesan, sementara kimia permukaannya mengurangi daya tarik terhadap air. Kombinasi keduanya menghasilkan sudut kontak tinggi.
Ketika tetesan bergulir, partikel lepas dapat terbawa sehingga muncul istilah efek lotus untuk kemampuan membersihkan diri. Namun, ini bukan berarti semua kotoran atau mikroorganisme otomatis hilang; hasilnya bergantung pada jenis kontaminan, kemiringan, ukuran tetesan, dan kondisi permukaan.
Penelitian NIST menunjukkan pembasahan permukaan berpola bergantung pada susunan geometrinya, termasuk perbandingan diameter tonjolan dan jarak antartonjolan. Keadaan air juga dapat berubah dari bertumpu pada campuran padat–udara menjadi membasahi celah, yang mengurangi sifat menolak air.
Prinsip tersebut dipelajari untuk pelapis, membran, pengendalian kondensasi, dan permukaan yang ingin dibuat tidak mudah melekat. Produk buatan tetap harus diuji terhadap abrasi dan penuaan karena tekstur kecil atau lapisan kimia dapat rusak selama pemakaian.
Foto pendamping memperlihatkan tetesan air di atas daun lotus pada 4 Desember 2010. Bentuk tetesan memberi contoh visual efek lotus, tetapi foto makro ini bukan pengukuran sudut kontak atau hasil uji laboratorium.
Sumber: National Institute of Standards and Technology, “Towards Optimization of Patterned Superhydrophobic Surfaces”, https://www.nist.gov/publications/towards-optimization-patterned-superhydrophobic-surfaces-0 ; NIST, “Tribology of Non-Adhesive Surfaces: Superhydrophobicity and Wetting Regime Transitions”, https://www.nist.gov/publications/tribology-non-adhesive-surfaces-superhydrophobicity-and-wetting-regime-transitions ; NIST, “Porous Superhydrophobic Membranes”, https://www.nist.gov/publications/porous-superhydrophobic-membranes-hydrodynamic-anomaly-oscillating-flows ; Wikimedia Commons, https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Lotus_leaf_with_waterdrops.jpg
Catatan editorial: Artikel ini adalah artikel sains, bukan berita terbaru atau klaim kinerja produk komersial. Foto GJ Bulte berlisensi CC BY-SA 3.0; ukuran diubah dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.
Sains
Sains
Sains
Sains
Sains
Sains