Berita Sehari
Sains

Fluctus Membentuk Gelombang Pecah Singkat di Puncak Awan

Redaksi Opinix ·

Awan dengan pola ketidakstabilan Kelvin–Helmholtz, 19 April 2017. Ukuran diubah dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.
Awan dengan pola ketidakstabilan Kelvin–Helmholtz, 19 April 2017. Ukuran diubah dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.
Foto: fdecomite, 19 April 2017, CC BY 2.0 (https://creativecommons.org/licenses/by/2.0/) — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Kelvin%E2%80%93Helmholtz_instability_clouds.jpg

Fluctus adalah fitur tambahan pada awan yang menyerupai deretan gelombang atau gulungan yang akan pecah. Atlas Awan Internasional Organisasi Meteorologi Dunia menempatkannya sebagai formasi berumur relatif singkat, biasanya muncul pada permukaan atas awan.

Bentuk itu berkaitan dengan gelombang Kelvin–Helmholtz ketika dua lapisan udara yang berdekatan bergerak dengan kecepatan berbeda. Geseran di batas lapisan dapat memperbesar gangguan kecil menjadi puncak-puncak yang menggulung, mirip ombak yang tertiup dan pecah.

WMO mencatat fluctus terutama terlihat pada Cirrus, Altocumulus, Stratocumulus, dan Stratus, serta kadang-kadang pada Cumulus. Nama fluctus menerangkan bentuk yang diamati; ia bukan jenis awan baru yang berdiri sendiri.

Karena singkat dan mudah berubah, pengamatan paling berguna mencatat waktu, arah pandang, urutan foto, jenis awan, serta kondisi cuaca. Satu foto dapat menunjukkan pola, tetapi tidak cukup untuk menghitung kecepatan angin atau ketinggian lapisan tanpa data tambahan.

Pola gelombang juga tidak otomatis menandakan cuaca ekstrem di permukaan. Ia menunjukkan adanya struktur dan geseran pada atmosfer di lokasi pembentukan, sedangkan dampak cuaca bagi warga perlu dinilai dengan pengamatan meteorologi yang lebih lengkap.

Foto pendamping memperlihatkan awan dengan ketidakstabilan Kelvin–Helmholtz pada 19 April 2017. Ukuran gambar diubah dan formatnya dikonversi tanpa mengubah susunan awan.

Sumber: World Meteorological Organization, International Cloud Atlas, “Fluctus”, diakses 21 Oktober 2026, https://cloudatlas.wmo.int/clouds-supplementary-features-fluctus.html ; WMO, “Supplementary features and accessory clouds”, https://cloudatlas.wmo.int/principles-of-cloud-classification-supplementary-features-and-accessory-clouds.html ; Wikimedia Commons, https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Kelvin%E2%80%93Helmholtz_instability_clouds.jpg

Catatan editorial: Artikel ini adalah artikel sains, bukan laporan cuaca terkini. Foto CC BY 2.0 diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.

Baca juga