Petrikor: Mengapa Tanah Mengeluarkan Aroma Khas saat Hujan Datang
Redaksi Opinix ·

Foto: U.S. Department of Agriculture, sebelum 1995, domain publik (https://creativecommons.org/publicdomain/mark/1.0/) — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Water_and_soil_splashed_by_the_impact_of_a_single_raindrop.jpg
Aroma tanah yang muncul ketika hujan pertama menyentuh permukaan kering sering disebut petrikor. Istilah ini bukan nama satu ‘parfum hujan’ yang sederhana, melainkan cara untuk menjelaskan bau khas yang muncul dari interaksi air dengan senyawa pada tanah, batu, tumbuhan, dan udara.
Ilmuwan CSIRO Isabel Joy Bear dan Richard Thomas memperkenalkan istilah petrichor melalui makalah di jurnal Nature pada 7 Maret 1964. Kata itu dirangkai dari petra, bahasa Yunani untuk batu, dan ichor, cairan yang dalam mitologi Yunani dikisahkan mengalir pada para dewa.
Dalam percobaan mereka, batu yang lebih dulu berada pada kondisi hangat dan kering didistilasi dengan uap. Peneliti menemukan minyak kekuningan yang tersimpan pada batu dan tanah, lalu dilepaskan ketika terkena kelembapan. Peningkatan kelembapan menjelang hujan dapat mengisi pori-pori permukaan dengan sedikit air dan membantu mendorong senyawa itu ke udara.
American Chemical Society menjelaskan bahwa aroma hujan juga melibatkan geosmin, ozon, serta minyak tumbuhan. Selama cuaca kering, beberapa senyawa tumbuhan terakumulasi di antara batu dan tanah; ketika hujan turun, air membantu melepaskannya sehingga campuran aroma menjadi lebih mudah tercium.
Kekuatan aromanya dapat berbeda dari satu tempat ke tempat lain karena jenis tanah, batuan, vegetasi, lamanya periode kering, serta pola hujan tidak sama. Karena itu, petrikor lebih tepat dipahami sebagai hasil gabungan proses kimia dan lingkungan daripada satu zat tunggal yang selalu hadir dalam komposisi identik.
Foto pendamping memperlihatkan percikan air dan tanah akibat tumbukan satu tetes hujan, dibuat sebelum 1995. Foto membantu menunjukkan kontak fisik tetes hujan dengan permukaan, tetapi tidak memvisualisasikan molekul penyusun aroma atau membuktikan intensitas petrikor di suatu tempat.
Sumber: CSIRO, “The smell of rain: how our scientists invented a new word”, https://www.csiro.au/en/news/all/articles/2015/march/the-smell-of-rain-how-our-scientists-invented-a-new-word ; American Chemical Society, “Petrichor — The Smell of Rain”, https://www.acs.org/content/dam/acsorg/education/students/highschool/chemistryclubs/infographics/petrichor-the-smell-of-rain.pdf ; Wikimedia Commons, “Water and soil splashed by the impact of a single raindrop.jpg”, https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Water_and_soil_splashed_by_the_impact_of_a_single_raindrop.jpg
Catatan editorial: Artikel ini adalah artikel pengetahuan, bukan berita terbaru atau hasil eksperimen redaksi. Istilah dan proses diringkas dari sumber ilmiah populer yang disebutkan. Foto domain publik hanya diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.
Sains
Sains
Sains
Sains
Sains
Sains