Milky Sea Membuat Hamparan Laut Bersinar Stabil pada Malam Hari
Redaksi Opinix ·

Foto: CSU/CIRA & NOAA/NESDIS / Public Domain
Milky sea adalah bentuk bioluminesensi laut yang tampak sebagai hamparan cahaya putih stabil dan dapat meluas sangat jauh. NASA Earth Observatory membedakannya dari kilatan plankton yang muncul ketika air terganggu: cahaya milky sea dapat tetap seragam bahkan ketika laut tenang.
Fenomena ini jarang dijumpai dan sejak berabad-abad lalu dicatat pelaut sebagai permukaan yang menyerupai padang salju. Peneliti menduga bakteri bercahaya memainkan peran penting, tetapi komposisi, struktur, penyebab, dan dampaknya di alam masih belum sepenuhnya dipahami.
Sensor cahaya rendah pada satelit memberi cara baru untuk mencari kejadian yang berlangsung jauh dari kapal penelitian. VIIRS pada satelit NOAA-20 dan Suomi NPP merekam kandidat milky sea di selatan Jawa pada Agustus 2019; citra menunjukkan cahaya laut yang dapat dilihat dari orbit.
Kajian yang terindeks di perpustakaan NOAA melaporkan area kandidat 2019 itu melebihi 100.000 kilometer persegi dan terdeteksi dari akhir Juli hingga awal September. Sebuah kapal yang berada di wilayah tersebut kemudian memberi kesaksian langsung, tetapi sampel biologi saat peristiwa belum tersedia.
Pengamatan satelit tidak dengan sendirinya menjawab organisme mana yang bercahaya atau mengapa peristiwa bertahan. Nilainya adalah mempersempit lokasi dan waktu, sehingga peneliti berpeluang mengarahkan kapal, instrumen, dan pengambilan sampel ketika kejadian serupa ditemukan lagi.
Artikel ini merupakan artikel sains, bukan laporan bahwa milky sea sedang berlangsung di perairan Indonesia pada saat terbit. Citra 2019 dipakai sebagai dokumentasi peristiwa historis dan setiap temuan baru memerlukan konfirmasi melalui data satelit serta pengamatan lapangan.
Sumber: NASA Earth Observatory, “Hunting Milky Seas by Satellite”, 2 November 2021 — https://science.nasa.gov/earth/earth-observatory/hunting-milky-seas-by-satellite-149017/ ; NOAA Institutional Repository, “Boat encounter with the 2019 Java bioluminescent milky sea”, 2022 — https://repository.library.noaa.gov/view/noaa/54100
Catatan editorial: ukuran, waktu, dan penjelasan mekanisme ditulis dengan batas kepastian sumber; artikel tidak menyebut fenomena ini sebagai kejadian terbaru.
Dokumentasi foto: citra satelit cahaya bioluminesen di selatan Indonesia, 6 Agustus 2019; CSU/CIRA dan NOAA/NESDIS, domain publik — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Milky_Seas_South_of_Indonesia_(CIRA_2019-08-06).png — dipotong ke rasio 16:9 dan dikompresi ke JPEG.
Sains
Sains
Sains
Sains
Sains
Sains