Berita Sehari
Sains

Likenometri Membaca Umur Permukaan Batu lewat Pertumbuhan Lumut Kerak

Redaksi Opinix ·

Rhizocarpon geographicum pada batu, diunggah 18 Juni 2007. Foto ilustrasi, bukan sampel penelitian USGS; ukuran diubah dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.
Rhizocarpon geographicum pada batu, diunggah 18 Juni 2007. Foto ilustrasi, bukan sampel penelitian USGS; ukuran diubah dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.
Foto: Ed Uebel, 18 Juni 2007, CC BY-SA 3.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/) — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Rhizocarpon_geographicum-1.jpg

Likenometri adalah cara memperkirakan kapan suatu permukaan batu mulai terbuka dengan mengukur lumut kerak yang tumbuh di atasnya. Teknik ini berguna pada permukaan muda seperti bongkah longsoran atau endapan gletser ketika penanggalan langsung lain sulit diterapkan.

Dasarnya bukan sekadar mencari lumut kerak terbesar. Peneliti perlu mengenali jenis yang sesuai, mengukur diameter secara konsisten, dan membangun kurva pertumbuhan dari permukaan yang umurnya sudah diketahui di wilayah dengan kondisi serupa.

U.S. Geological Survey mencatat penggunaan likenometri untuk mengkaji frekuensi guguran batu di Glenwood Canyon, Colorado. Contoh itu menunjukkan teknik tersebut dapat membantu menyusun riwayat kejadian lereng, tetapi tidak berarti semua noda lumut pada batu dapat langsung diterjemahkan menjadi tahun kalender.

Pertumbuhan dipengaruhi kelembapan, suhu, arah hadap, jenis batu, ketinggian, persaingan organisme, dan waktu kolonisasi setelah permukaan tersingkap. Karena itu, kurva dari satu lembah tidak otomatis berlaku pada lokasi lain.

Hasil likenometri biasanya diperkuat dengan bukti geomorfologi, catatan sejarah, pemantauan, atau metode penanggalan lain. Ketidakpastian perlu dinyatakan karena hubungan ukuran dan umur bukan jam biologis yang seragam.

Foto pendamping memperlihatkan Rhizocarpon geographicum pada batu dan diunggah pada 18 Juni 2007. Spesies kelompok ini kerap diasosiasikan dengan studi likenometri, tetapi foto tersebut bukan sampel dari penelitian USGS yang dirujuk.

Sumber: U.S. Geological Survey, “Evaluating Rockfall Frequency from Natural Slopes Using Multiple Methods”, 20 Oktober 2021, https://www.usgs.gov/media/videos/evaluating-rockfall-frequency-natural-slopes-multiple-methods ; USGS Publications Warehouse, “Quaternary stratigraphic sections with radiocarbon dates and lichenometric estimates”, https://pubs.usgs.gov/publication/ofr80790 ; Wikimedia Commons, https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Rhizocarpon_geographicum-1.jpg

Catatan editorial: Artikel ini adalah artikel sains dan tidak menggunakan ukuran foto untuk menaksir umur permukaan. Foto CC BY-SA 3.0 diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.

Baca juga