Berita Sehari
Sains

Ventifact, Batu yang Menyimpan Jejak Abrasi dan Arah Angin

Redaksi Opinix ·

Ventifact di Death Valley National Park, dokumentasi 2012 menurut keterangan gambar NPS. Foto lama ini bukan kondisi lapangan terkini.
Ventifact di Death Valley National Park, dokumentasi 2012 menurut keterangan gambar NPS. Foto lama ini bukan kondisi lapangan terkini.
Foto: National Park Service (NPS); nama fotografer tidak dicantumkan / Domain publik, karya asli Pemerintah Amerika Serikat/NPS

Tulisan latar / evergreen nonaktual — bukan berita terbaru.

Permukaan batu dapat menjadi catatan kerja angin. Ventifact adalah batu yang tergores, berlubang kecil, beralur, atau terpoles oleh pasir maupun kristal es yang terbawa angin, menurut penjelasan geologi National Park Service (NPS).

Bentang semacam ini lazim ditemukan di lingkungan kering dengan vegetasi jarang. Angin membawa partikel yang mengikis batu; prosesnya berbeda dari pengendapan yang membentuk gumuk pasir. Keduanya termasuk proses aeolian, yakni perubahan bentang oleh angin.

Pasokan butir yang diterbangkan juga penting. NPS menjelaskan bahwa sungai, gelombang, dan gletser dapat menyediakan sedimen bagi kerja angin. Karena itu, bentuk permukaan tidak hanya berkaitan dengan angin yang bertiup pada suatu saat.

Alur batu lama dapat membantu menelusuri arah angin pembentuknya, tetapi ada syarat penting: batu harus tetap berada dalam posisi yang tidak terganggu. Memindahkannya dapat menghilangkan hubungan antara arah alur dan arah angin di lokasi.

Penelitian tahun 2009 di Coachella Valley, California, memberikan contoh pembacaan yang lebih terukur. Abstrak penelitian Peter G. Griffiths dan rekan-rekan menyebut pemetaan pola semak Larrea di 192 lokasi serta pengukuran ventifact di 24 lokasi, dengan pembanding tiga stasiun cuaca.

Arah yang direkam ventifact dalam penelitian itu sekitar 10 derajat lebih ke barat daripada arah dari Larrea. Peneliti menafsirkannya sebagai jejak angin paling erosif, bukan semata angin tahunan yang dominan. Temuan setempat ini mengingatkan bahwa indikator alam dapat merekam sisi berbeda dari lingkungan yang sama.

Sumber (diperiksa 18 Oktober 2026 WIB):

NPS — Aeolian (Dunes) Landforms

https://www.nps.gov/subjects/geology/aeolian-landforms.htm

USGS — abstrak penelitian Griffiths dan rekan-rekan (2009), DOI 10.1016/j.aeolia.2009.07.001

https://www.usgs.gov/publications/plants-and-ventifacts-delineate-late-holocene-wind-vectors-coachella-valley-usa

Foto dokumentasi / ilustrasi: Ventifact di Death Valley National Park, dokumentasi 2012 menurut keterangan gambar NPS. Foto lama ini bukan kondisi lapangan terkini.

Pembuat/kredit: National Park Service (NPS); nama fotografer tidak dicantumkan.

Halaman foto:

https://www.nps.gov/subjects/geology/aeolian-landforms.htm

Lisensi atau dasar izin: Domain publik, karya asli Pemerintah Amerika Serikat/NPS.

https://www.nps.gov/aboutus/disclaimer.htm

Perubahan: Ukuran diperkecil bila diperlukan dan dikodekan ulang sebagai JPEG; tanpa pemotongan atau manipulasi isi. No claim to original U.S. Government works.

Catatan editorial: Kurasi pengetahuan oleh Redaksi Opinix, bukan liputan lapangan atau penemuan baru. Ringkasan penelitian dibatasi pada abstrak yang tersedia melalui penelusuran USGS; teks lengkap penelitian tidak diperiksa.

Baca juga