Berita Sehari
Sains

Pingo, Bukit Berinti Es yang Menonjol dari Dataran Arktik

Redaksi Opinix ·

Pingo di tundra Alaska, foto arsip NPS pada halaman Permafrost. Tanggal pemotretan tidak dicantumkan; halaman sumber diperbarui 17 Agustus 2023. Bukan kondisi lapangan terkini.
Pingo di tundra Alaska, foto arsip NPS pada halaman Permafrost. Tanggal pemotretan tidak dicantumkan; halaman sumber diperbarui 17 Agustus 2023. Bukan kondisi lapangan terkini.
Foto: National Park Service (NPS); fotografer individual tidak dicantumkan / Domain publik, karya asli Pemerintah Amerika Serikat/NPS

Tulisan latar / evergreen nonaktual — bukan berita terbaru.

Di tengah tundra yang relatif datar, sebuah bukit dapat berdiri bukan karena tumpukan batu, melainkan dorongan es di bawah permukaan. Bentuk lahan ini disebut pingo. National Park Service (NPS) menjelaskan keberadaannya sebagai salah satu ciri bentang permafrost di Arktik Alaska.

Dalam proses yang digambarkan NPS, pengeringan danau membuka tanah yang sebelumnya tidak membeku di bawah air. Ketika bagian itu terpapar lalu membeku, pembentukan dan pengembangan es mendorong permukaan ke atas. Bukit yang terlihat menyimpan struktur beku di bagian dalam.

Permafrost sendiri merujuk pada tanah yang tetap membeku melewati musim panas dalam penjelasan jaringan pemantauan Arktik NPS. Kondisinya dipengaruhi suhu, jenis tanah, topografi, dan vegetasi. Karena itu, bentang beku tidak seragam di setiap lokasi Alaska.

Pingo juga dapat kehilangan bentuknya. Ketika bagian penyangga yang membeku mencair, bukit dapat runtuh. Uraian NPS tentang perubahan lanskap membedakan proses tersebut dari pengeringan danau: pada danau, pencairan tanah dapat membuka jalan keluarnya air yang sebelumnya tertahan.

Perubahan air dan kestabilan tanah membawa konsekuensi bagi lingkungan sekitarnya. NPS mencatat permafrost menahan air dekat permukaan, sementara pencairannya dapat mengubah kelembapan tanah, memicu longsoran, dan menambah sedimen di perairan. Pingo juga disebut menyediakan habitat bagi rubah dan satwa Arktik lainnya.

Pemantauan tidak cukup dilakukan dengan melihat satu foto bukit. Jaringan Arktik NPS mengikuti suhu tanah, luas longsoran akibat pencairan, serta laju pertumbuhan longsoran besar. Pemetaan pingo dan bentuk lahan lain membantu mendokumentasikan perubahan; foto dalam tulisan ini bukan pengukuran perubahan tahunan.

Sumber (diperiksa 18 Oktober 2026 WIB):

NPS Arctic Inventory & Monitoring Network — Permafrost, pembaruan 8 Desember 2025

https://www.nps.gov/im/arcn/permafrost.htm

NPS — Permafrost, seri Observing Change in Alaska’s National Parks, pembaruan 17 Agustus 2023

https://www.nps.gov/articles/000/akprjjukepermafrost.htm

Foto dokumentasi / ilustrasi: Pingo di tundra Alaska, foto arsip NPS pada halaman Permafrost. Tanggal pemotretan tidak dicantumkan; halaman sumber diperbarui 17 Agustus 2023. Bukan kondisi lapangan terkini.

Pembuat/kredit: National Park Service (NPS); fotografer individual tidak dicantumkan.

Halaman foto:

https://www.nps.gov/articles/000/akprjjukepermafrost.htm

Lisensi atau dasar izin: Domain publik, karya asli Pemerintah Amerika Serikat/NPS.

https://www.nps.gov/aboutus/disclaimer.htm

Perubahan: Dikodekan ulang sebagai JPEG dan diperkecil bila diperlukan; tanpa pemotongan atau manipulasi isi. No claim to original U.S. Government works.

Catatan editorial: Kurasi pengetahuan oleh Redaksi Opinix, bukan penemuan baru atau observasi lapangan. Penjelasan pembentukan mengikuti contoh yang diberikan NPS, bukan uraian lengkap seluruh jenis pingo; tidak menaksir laju kehilangan pingo dari foto.

Baca juga