Berita Sehari
Sains

Awan Lentikular Tampak Diam karena Terus Terbentuk di Puncak Gelombang Udara

Redaksi Opinix ·

Gunung Adams dan awan lentikular, dipotret dari dekat Trout Lake, Washington, 2 Oktober 2014. Foto Ben Smith/USDA Forest Service. Dokumentasi arsip, bukan Hawaii 2003 atau kondisi cuaca terkini.
Gunung Adams dan awan lentikular, dipotret dari dekat Trout Lake, Washington, 2 Oktober 2014. Foto Ben Smith/USDA Forest Service. Dokumentasi arsip, bukan Hawaii 2003 atau kondisi cuaca terkini.
Foto: Ben Smith / USDA Forest Service, Region 6, State and Private Forestry, Forest Health Protection / Public domain — karya pegawai USDA dalam tugas resmi

Tulisan latar / evergreen nonaktual — bukan berita terbaru.

Awan berbentuk lensa di dekat pegunungan dapat terlihat menetap meskipun angin terus bertiup. Penjelasan National Weather Service menunjukkan bahwa kesan diam itu tidak berarti udara di dalamnya berhenti bergerak.

Ketika angin kuat melewati bentang alam yang tidak rata, termasuk gunung, aliran udara dapat membentuk gelombang di sisi bawah angin. Udara bergerak naik dan turun mengikuti pola tersebut.

Jika kelembapan mencukupi, awan terbentuk di sekitar puncak gelombang. Wujudnya yang halus dan menyerupai piring menjadi ciri yang membuat awan lentikular kadang disalahartikan sebagai benda terbang asing.

Selama angin bertahan relatif tetap, posisi pembentukan awan dapat terlihat tidak berubah. Awan terus terbentuk pada sisi udara yang naik dan menghilang pada sisi udara yang turun.

NWS mendokumentasikan contoh di Big Island, Hawaii, pada 25 November 2003. Aliran di sekitar Mauna Loa dan Mauna Kea menghasilkan gelombang atmosfer; kasus historis itu membantu menjelaskan mekanismenya.

Foto pendamping memperlihatkan Gunung Adams, Washington, pada 2 Oktober 2014, bukan peristiwa Hawaii tersebut. Keduanya tidak disajikan sebagai kejadian baru atau prakiraan kondisi cuaca hari ini.

Sumber (diperiksa 17 Oktober 2026 WIB):

Penjelasan National Weather Service Honolulu tentang awan lentikular dan kasus 25 November 2003

https://www.weather.gov/hfo/lenticular

Foto dokumentasi / ilustrasi: Gunung Adams dan awan lentikular, dipotret dari dekat Trout Lake, Washington, 2 Oktober 2014. Foto Ben Smith/USDA Forest Service. Dokumentasi arsip, bukan Hawaii 2003 atau kondisi cuaca terkini.

Pembuat/kredit: Ben Smith / USDA Forest Service, Region 6, State and Private Forestry, Forest Health Protection.

Halaman foto:

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:2014._Mt._Adams_and_a_lenticular_cloud._Taken_near_Trout_Lake,_Washington._(38371653912).jpg

Lisensi atau dasar izin: Public domain — karya pegawai USDA dalam tugas resmi.

https://creativecommons.org/publicdomain/mark/1.0/

Perubahan: Orientasi EXIF disesuaikan bila tersedia, ukuran diperkecil bila diperlukan, dan dikodekan ulang sebagai JPEG; tanpa pemotongan, penambahan objek, atau manipulasi isi.

Situs atribusi pemilik foto:

https://www.flickr.com/photos/151887236@N05/38371653912/

Catatan editorial: Tulisan pengetahuan nonaktual Redaksi Opinix, disarikan dengan atribusi dari penjelasan meteorologi primer. Foto memiliki penetapan domain publik sebagai karya pegawai USDA dalam tugas resmi.

Baca juga