Berita Sehari
Sains

Enam Sisi Kristal Salju Merekam Susunan Molekul dan Perjalanan di Awan

Redaksi Opinix ·

Cuplikan foto mikroskopis kristal salju karya Wilson Bentley dari Annual Summary of the Monthly Weather Review untuk 1902, disediakan arsip NOAA Photo Library. Foto historis, bukan peristiwa salju terkini atau gambar buatan AI.
Cuplikan foto mikroskopis kristal salju karya Wilson Bentley dari Annual Summary of the Monthly Weather Review untuk 1902, disediakan arsip NOAA Photo Library. Foto historis, bukan peristiwa salju terkini atau gambar buatan AI.
Foto: Wilson Bentley / arsip NOAA Photo Library / Public domain — foto terbit dalam Annual Summary of the Monthly Weather Review 1902; pencipta wafat 1931

Tulisan latar / evergreen nonaktual — bukan berita terbaru.

Kristal salju berawal dari butiran air sangat dingin yang membeku pada partikel kecil, misalnya debu atau serbuk sari. Kristal awal kemudian tumbuh ketika uap air menambah susunannya.

Penjelasan NOAA menghubungkan pola enam sisi dengan keteraturan molekul air dalam kristal. Susunan internal ini memberi dasar geometris bagi bentuk yang terlihat dari luar.

Suhu menentukan bentuk dasar, sementara kelembapan turut memengaruhinya. Karena itu, salju tidak hanya tampil sebagai bintang berenda: kristalnya juga dapat menyerupai jarum atau keping.

Selama jatuh, kristal melewati keadaan udara yang berubah. Perubahan suhu atau kelembapan dalam waktu singkat dapat mengubah arah pertumbuhan cabangnya.

Bagian-bagian pada kristal yang sama mengalami lingkungan yang hampir serupa sehingga pola cabangnya dapat tampak seimbang. Namun, kristal berbeda tidak menempuh lintasan yang persis sama.

Keragaman bentuk mencerminkan perbedaan perjalanan dan kondisi pertumbuhan tersebut. Foto mikroskopis historis membantu memperlihatkan variasi, tetapi bukan bukti cuaca terkini atau pengamatan baru oleh redaksi.

Sumber (diperiksa 17 Oktober 2026 WIB):

NOAA, How do snowflakes form?; diperbarui 21 Desember 2022

https://www.noaa.gov/stories/how-do-snowflakes-form-science-behind-snow

Foto dokumentasi / ilustrasi: Cuplikan foto mikroskopis kristal salju karya Wilson Bentley dari Annual Summary of the Monthly Weather Review untuk 1902, disediakan arsip NOAA Photo Library. Foto historis, bukan peristiwa salju terkini atau gambar buatan AI.

Pembuat/kredit: Wilson Bentley / arsip NOAA Photo Library.

Halaman foto:

https://www.noaa.gov/stories/how-do-snowflakes-form-science-behind-snow

Lisensi atau dasar izin: Public domain — foto terbit dalam Annual Summary of the Monthly Weather Review 1902; pencipta wafat 1931.

https://creativecommons.org/publicdomain/mark/1.0/

Perubahan: Orientasi EXIF disesuaikan bila tersedia, ukuran diperkecil bila diperlukan, dan dikodekan ulang sebagai JPEG; tanpa pemotongan, penambahan objek, atau manipulasi isi.

Rujukan status domain publik arsip dari publikasi yang sama:

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:SnowflakesWilsonBentley.jpg

Catatan editorial: Tulisan latar sains nonaktual hasil kurasi otomatis, bukan berita cuaca terbaru. Foto berasal dari publikasi 1902; pencipta wafat 1931, dengan status karya arsip domain publik diperiksa terpisah dari ketersediaannya di situs pemerintah.

Baca juga