Berita Sehari
Sains

Feature Sains: Giroskop Menjelaskan Mengapa Sumbu Putar Tidak Langsung Jatuh

Redaksi Berita Sehari ·

A toy gyroscope (not in motion) sitting on a plain pasteboard background Foto dibuat 2015-10-20 21:28:09 oleh Eeleyeg. Sumber: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gyroscope_toy.jpg. Lisensi: CC0 (http://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/deed.en). Perubahan: diperkecil maksimal 1600 piksel dan dikonversi ke JPEG; tidak ada perubahan isi visual.
A toy gyroscope (not in motion) sitting on a plain pasteboard background Foto dibuat 2015-10-20 21:28:09 oleh Eeleyeg. Sumber: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gyroscope_toy.jpg. Lisensi: CC0 (http://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/deed.en). Perubahan: diperkecil maksimal 1600 piksel dan dikonversi ke JPEG; tidak ada perubahan isi visual.
Foto: Eeleyeg / Wikimedia Commons / CC0

Feature sains evergreen — Giroskop mainan sering tampak seperti menentang gravitasi ketika berputar pada satu titik tumpu. Benda itu tidak menghapus gaya berat. Perilakunya muncul dari hubungan antara momentum sudut, torsi, dan perubahan arah sumbu putar. Karena ketiganya berbentuk besaran vektor, hasilnya tidak selalu searah dengan gaya yang diberikan.

Roda yang berputar memiliki momentum sudut dengan arah sepanjang sumbu rotasinya. Semakin besar momen inersia dan semakin cepat putaran, semakin besar pula momentum sudutnya. Ketika gravitasi memberi torsi pada giroskop yang ditumpu di satu ujung, torsi tersebut mengubah arah momentum sudut sedikit demi sedikit, bukan langsung menghentikan putaran.

Perubahan arah itu tampak sebagai presesi: sumbu giroskop bergerak mengitari garis vertikal. OpenStax menjelaskan bahwa torsi gravitasi bersifat horizontal dan tegak lurus terhadap momentum sudut pada pendekatan sederhana. Akibatnya, ujung sumbu berputar menyamping. Saat putaran melambat karena gesekan, gerak biasanya makin goyah dan akhirnya giroskop jatuh.

Percobaan aman dapat dilakukan dengan giroskop mainan atau roda sepeda yang dipegang pada porosnya oleh demonstrator. NASA memakai roda sepeda berputar sebagai aktivitas pendidikan untuk memperlihatkan inersia dan momentum sudut. Percobaan harus memberi ruang cukup, memastikan poros terpasang kuat, dan menjauhkan jari serta pakaian dari bagian yang berputar.

Prinsip giroskop juga dipakai untuk mengukur orientasi. NASA menjelaskan bahwa giroskop pada Teleskop Luar Angkasa Hubble membantu menentukan gerak pada tiga sumbu: pitch, yaw, dan roll. Perangkat modern dapat memakai rotor mekanis, getaran, atau cahaya, tetapi semuanya dirancang untuk memperoleh acuan rotasi yang dapat dibaca sistem kendali.

Hal penting yang perlu dibedakan adalah stabilitas dan kekebalan terhadap gangguan. Giroskop tidak mempertahankan arah secara sempurna selamanya; gesekan, drift sensor, dan torsi luar tetap berpengaruh. Mainan di meja membantu melihat konsep dasarnya, sedangkan instrumen navigasi memerlukan kalibrasi, sensor pendamping, dan pengolahan data.

Sumber: https://openstax.org/books/university-physics-volume-1/pages/11-4-precession-of-a-gyroscope; https://ocw.mit.edu/courses/8-01sc-classical-mechanics-fall-2016/pages/week-12-rotations-and-translation-rolling/dd-3-2-gyroscopes-2-precessional-angular-velocity-and-titled-gyroscopes/; https://www.nasa.gov/stem-content/navigating-by-good-gyrations/; https://science.nasa.gov/mission/hubble/observatory/design/hubble-one-gyro-mode/.

Catatan editorial dan foto: Feature evergreen berbasis telaah sumber; bukan laporan peristiwa terbaru. Foto dibuat 2015-10-20 21:28:09 oleh Eeleyeg. Halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gyroscope_toy.jpg. Lisensi: CC0 (http://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/deed.en). Perubahan gambar: diperkecil maksimal 1600 piksel dan dikonversi ke JPEG; tidak ada perubahan isi visual.

Baca juga