Langsung ke isi
Minggu, 8 November 2026 · Baca sebentar. Paham lebih banyak.Redaksi · Pedoman · Koreksi
Sains, teknologi, dan pengetahuan untuk keseharian.
Teknologi

Kenapa Keyboard iPhone Tak Mau Menyarankan Ribuan Frasa Tertentu?

Tampilan keyboard iPhone di sistem operasi iOS
Foto: Cunalum / Wikimedia Commons (domain publik)

JAKARTA – Pernah merasa keyboard iPhone “pura-pura tidak tahu” kata tertentu? Ternyata ada alasannya. Peneliti independen Derik Kauffman menemukan bahwa sistem iOS menyimpan daftar frasa yang tidak pernah disarankan oleh fitur teks prediktif, menurut laporan Reuters yang dimuat Business Standard dan Telset.id.

Daftar berbahasa Inggrisnya saja berisi 4.513 frasa, menurut Gizmodo. Kauffman memperkirakan seluruh daftar, termasuk variasi dan bahasa lain, mencapai sekitar 100.000 entri, menurut Reuters. Temuan ini diverifikasi terpisah oleh insinyur keamanan siber Matt Suiche, yang mendapati daftar yang nyaris identik.

Kebanyakan isinya kata kasar, vulgar, atau terkait narkoba, seks, dan kekerasan. Namun, ada juga frasa politik dan isu sensitif, seperti “Taiwan independence” dan “Kashmir dispute”, menurut Gizmodo. Daftar ini disimpan dalam bentuk sidik jari digital atau hash, bukan teks biasa, sehingga tidak mudah terlihat.

Lalu kenapa filter semacam ini ada? Teks prediktif bekerja dengan menebak kata berikutnya berdasarkan pola bahasa. Tanpa saringan, mesin bisa menyodorkan kata kasar atau menyinggung yang tidak dimaksud pengguna. Apple, lewat email kepada Reuters, menyatakan keyboard-nya dirancang untuk menghindari saran yang mungkin tidak pantas atau ofensif, dan pengguna tetap bisa mengetik apa pun.

Contoh tampilan papan ketik di layar perangkat Apple iOS
Ilustrasi papan ketik layar di iOS. Foto arsip. Foto: Markus Guder / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Pernyataan Apple itu benar secara teknis. Frasa di daftar tetap bisa diketik huruf demi huruf. Yang berubah adalah saran dan fitur ketik geser (swipe), yang kerap mengganti frasa itu dengan kata lain. Pencocokannya juga hanya untuk urutan kata yang persis sama.

Masalahnya ada pada skala. “It’s a very light-touch form of censorship,” kata Kauffman kepada Reuters, atau “bentuk sensor yang sangat ringan” dalam terjemahan Telset.id. Ia menambahkan, pada skala yang dijalankan Apple, sentuhan ringan pun bisa berdampak besar.

David Greene dari Electronic Frontier Foundation menilai daftar seperti ini semestinya terbuka. “This is something that should not be secret,” katanya, dikutip Reuters. Kritik lain menyoroti inkonsistensi: sebagian frasa lolos, sementara frasa serupa dengan tambahan satu kata justru diblokir, menurut Gizmodo.

Bagi pengguna, pelajarannya sederhana: saran keyboard bukan cermin netral bahasa. Kalau sebuah kata tidak muncul di saran, bisa jadi karena disaring, bukan karena salah eja.

Yang belum diketahui: siapa dan dengan kriteria apa Apple menyusun daftar itu, apakah ada daftar khusus bahasa Indonesia, dan apakah Apple akan membukanya atau memberi pengaturan bagi pengguna. Apple tidak menanggapi pertanyaan soal ukuran dan isi daftar, menurut Reuters.

Catatan redaksi: disusun dari sumber yang disebutkan; foto arsip bukan dokumentasi peristiwa terbaru.

Sumber: Telset.id, Reuters via Business Standard, Gizmodo

Ada yang keliru di berita ini? Kirim koreksi ke redaksi. Kami memperbaiki dan mencatat setiap koreksi.

Baca juga