Langsung ke isi
Sabtu, 7 November 2026 · Baca sebentar. Paham lebih banyak.Redaksi · Pedoman · Koreksi
Sains, teknologi, dan pengetahuan untuk keseharian.
Teknologi

NASA Umumkan Pesawat X-70, Kenapa Badan Antariksa Masih Butuh Pesawat Uji Berawak?

Gedung Vehicle Assembly Building berlogo NASA di Kennedy Space Center, Florida
Foto: NASA/Ben Smegelsky / Wikimedia Commons (domain publik)

JAKARTA – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memperkenalkan pesawat eksperimental terbarunya, X-70 Fractal, di Kennedy Space Center, Florida. Menurut ANTARA yang mengutip Xinhua, pesawat berawak ini dirancang untuk mempercepat pengembangan dan pengujian teknologi penerbangan canggih.

Kenapa NASA, yang lebih dikenal lewat roket dan misi ke Bulan, masih membuat pesawat? Jawabannya ada di huruf A pada namanya: aeronautika. Sejak era pesawat roket X-15, seri “X-plane” dipakai untuk menguji ide yang terlalu berisiko atau terlalu baru bagi pesawat komersial.

X-70 dibekali sistem kontrol penerbangan yang bisa dikonfigurasi ulang dengan cepat. Dengan begitu, peneliti bisa mencoba cara bermanuver yang belum pernah ditunjukkan dalam penerbangan berawak tanpa harus membangun pesawat baru untuk setiap percobaan.

“X-70 Fractal memberi NASA sebuah platform berawak yang berkinerja tinggi untuk menguji kontrol penerbangan canggih, kemampuan manuver, serta teknologi mutakhir lainnya dalam penerbangan nyata,” kata Administrator NASA Jared Isaacman, seperti dikutip ANTARA.

Vehicle Assembly Building NASA di Kennedy Space Center
Kompleks Kennedy Space Center, Florida. Foto arsip 2005. Foto: MrMiscellanious / Wikimedia Commons (domain publik)

Spesifikasinya cukup besar untuk pesawat riset. ANTARA mencatat X-70 memiliki berat lepas landas 4.536 kilogram, bisa membawa muatan eksperimen hingga 907 kilogram di bagian dalam maupun luar, melaju jelajah pada Mach 0,75, terbang hingga ketinggian 13,7 kilometer, dan berjangkauan lebih dari 2.778 kilometer.

Kecepatan Mach 0,75 berarti sekitar tiga perempat kecepatan suara, mirip pesawat jet komersial. Artinya, X-70 bukan pesawat pemecah rekor kecepatan, melainkan “laboratorium terbang” yang bisa membawa banyak alat ukur.

Isaacman menyebut penerbangan perdana X-70 di bawah bendera NASA diperkirakan berlangsung dalam dua tahun ke depan. Inforiau mencatat pengumuman ini datang berdekatan dengan target NASA mendaratkan manusia di Bulan lewat Artemis IV pada 2028.

Yang belum dijelaskan dalam sumber adalah pabrikan pesawat dan anggaran programnya. Gambar resmi yang dirilis NASA pun masih berupa ilustrasi siluet, sehingga wujud lengkap X-70 belum diperlihatkan.

Catatan redaksi: disusun dari sumber yang disebutkan; foto arsip bukan dokumentasi peristiwa terbaru.

Sumber: ANTARA, Inforiau, NASA

Ada yang keliru di berita ini? Kirim koreksi ke redaksi. Kami memperbaiki dan mencatat setiap koreksi.

Baca juga