Langsung ke isi
Minggu, 8 November 2026 · Baca sebentar. Paham lebih banyak.Redaksi · Pedoman · Koreksi
Sains, teknologi, dan pengetahuan untuk keseharian.
Teknologi

Kenapa G-Shock Rilis Jam Analog Seri 2500 Saat Smartwatch Makin Canggih?

G-Shock DW-5000C tahun 1983, model G-Shock pertama yang menginspirasi seri analog 2500
Foto: Stollenbaeck / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

SINGAPURA – Saat jam pintar makin canggih, Casio justru meluncurkan G-Shock seri 2500 yang sepenuhnya analog, tanpa layar digital sama sekali. Seri ini dipamerkan dalam konferensi pers di Singapura, Sabtu, 7 November 2026, menurut detikInet, setelah diumumkan secara global sekitar 22 Oktober 2026, menurut Gear Patrol dan Lowyat.NET.

Kenapa begitu? Menurut detikInet, G-Shock ingin mengembalikan esensi dan kebiasaan membaca jam secara sekilas. Tomohiro Yuasa dari bagian riset dan perencanaan global G-Shock mengatakan, “Kami juga menyadari kehadiran smartphone dan smartwatch di saat yang sama,” lalu menjelaskan bahwa jam tangan kini lebih berfungsi sebagai ekspresi gaya dan individualitas.

Artinya, G-Shock tidak mencoba melawan jam pintar dengan menambah fitur. Yang ditawarkan adalah ketangguhan dan desain untuk dipakai sehari-hari, menurut detikInet. Kevin Tan dari Casio Singapura menyebut tampilan jarum memberi posisi waktu yang “instan untuk mengetahui seberapa cepat waktu berlalu dan tersisa.”

Jam tangan Casio G-Shock GA-100 analog-digital
G-Shock GA-100 (2010), model analog-digital. Seri 2500 justru melepas layar digital sepenuhnya. Foto arsip. Foto: Pittigrilli / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Tantangan teknisnya ada pada jarum. Jam analog biasanya rawan rusak saat terbentur, padahal G-Shock dikenal tahan banting. Solusinya, jarum menit tidak dipasang mati ke poros, tetapi ditahan gaya magnet agar bisa meredam benturan, menurut Gear Patrol. Halaman resmi Casio Indonesia menyebut fitur ini Shock Release Hand, dan mengingatkan jarum bisa bergeser sementara setelah guncangan lalu kembali dalam beberapa menit.

Fitur lain meliputi jendela tanggal tiga sel di posisi jam 3 yang juga menampilkan stopwatch, subdial detik kecil di jam 9, ketahanan air 200 meter, dan baterai CR1025 dengan perkiraan masa pakai sekitar dua tahun, menurut Casio Indonesia dan Lowyat.NET. Desainnya mengambil inspirasi dari DW-5000C tahun 1983, G-Shock pertama.

Ada sembilan varian. Di Amerika Serikat, versi resin GAC-2500 dijual US$145, sedangkan versi berbingkai logam GMC-2500 mulai US$280, menurut Gear Patrol. Di Malaysia, GAC-2500 dibanderol RM579, menurut Lowyat.NET.

Bagaimana di Indonesia? Halaman Casio Indonesia sudah mencantumkan GAC-2500 dengan label baru November 2026, tetapi sumber yang kami baca belum menyebut harga dalam rupiah maupun tanggal mulai dijual.

Catatan redaksi: disusun dari sumber yang disebutkan; foto arsip bukan dokumentasi peristiwa terbaru.

Sumber: detikInet, Gear Patrol, Lowyat.NET, Casio Indonesia

Ada yang keliru di berita ini? Kirim koreksi ke redaksi. Kami memperbaiki dan mencatat setiap koreksi.

Baca juga