Langsung ke isi
Minggu, 8 November 2026 · Baca sebentar. Paham lebih banyak.Redaksi · Pedoman · Koreksi
Sains, teknologi, dan pengetahuan untuk keseharian.
Teknologi

Jeddah Tower Bakal Setinggi 1 Km, Kenapa Gedung Setinggi Itu Tidak Roboh Diterpa Angin?

Jeddah Tower di Arab Saudi dalam tahap pembangunan, September 2025
Foto: NorthAbhor / Wikimedia Commons (CC BY 4.0)

JEDDAH – Kenapa, ya, gedung setinggi lebih dari satu kilometer tidak roboh diterpa angin? Pertanyaan itu relevan karena Jeddah Tower di Arab Saudi sudah mencapai lantai 113 atau sekitar 454 meter per 2 September 2026, menurut Arabian Business dan Newsweek. Gedung ini ditargetkan rampung Agustus 2028 dan akan menggeser Burj Khalifa (828 meter) sebagai gedung tertinggi dunia.

Musuh utama gedung pencakar langit bukan beratnya sendiri, melainkan angin. Semakin tinggi bangunan, semakin kencang angin yang menerpanya. Angin yang mengalir melewati gedung juga bisa membentuk pusaran bergantian di kedua sisinya, sehingga gedung terdorong ke kiri dan kanan secara berirama.

Jeddah Tower dirancang untuk “membingungkan” angin itu. Bentuknya terdiri atas tiga sayap yang makin meruncing ke atas. Menurut Arabian Business, bentuk ini dipilih untuk mengurangi beban angin. Karena penampang gedung berubah di setiap ketinggian, pusaran angin tidak bisa terbentuk secara teratur di sepanjang badan gedung.

Prinsip serupa dipakai pada Burj Khalifa. Keduanya dirancang Adrian Smith: Burj Khalifa saat ia bekerja di biro SOM, dan Jeddah Tower bersama biro Adrian Smith + Gordon Gill.

Burj Khalifa dilihat dari Safa Park, Dubai
Burj Khalifa dilihat dari Safa Park, Dubai. Foto arsip. Foto: Gfilip / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Meski desainnya sudah memperhitungkan angin, pembangunannya tetap bergantung pada cuaca. “You never really know until that morning or evening if the wind is at a speed that forces you to stop,” kata arsitek Bob Forest kepada Newsweek. Artinya, pekerja baru tahu pada hari itu apakah angin terlalu kencang untuk bekerja di ketinggian.

Tantangan lain adalah panas ekstrem di pesisir Laut Merah. Arabian Business mencatat sekitar 5.200 pekerja terlibat pada Maret 2026, dengan laju pembangunan sekitar empat meter per minggu menurut detikProperti.

Gedung setinggi ini juga butuh sistem transportasi vertikal yang rumit. The National melaporkan Jeddah Tower akan memiliki 59 lift dan 12 eskalator untuk melayani hotel, apartemen, kantor, dan dek observasi.

Proyek ini sempat mangkrak. Pembangunan dimulai 2013, tertunda pada 2018, lalu terhenti di sekitar lantai 63 selama pandemi, sebelum dilanjutkan pada Januari 2025, menurut The National.

Satu hal yang belum diketahui adalah tinggi finalnya. Pengembang hanya menyebut lebih dari 1.000 meter; angka pastinya biasanya baru diumumkan setelah menara rampung.

Catatan redaksi: disusun dari sumber yang disebutkan; foto arsip bukan dokumentasi peristiwa terbaru.

Sumber: Newsweek, Arabian Business, The National, detikProperti

Ada yang keliru di berita ini? Kirim koreksi ke redaksi. Kami memperbaiki dan mencatat setiap koreksi.

Baca juga