Jet Biru Meluncur ke Atas Awan, Bukan Menyambar Tanah
Redaksi Opinix ·

Foto: ©ESA/NASA; dokumentasi misi Andreas Mogensen / ESA Standard Licence — penggunaan editorial/informasional
Tulisan latar / evergreen nonaktual — bukan berita terbaru.
Petir tidak selalu mengikuti gambaran kilatan dari awan menuju tanah. Jet biru merupakan pelepasan listrik yang bergerak ke atas dari puncak badai, memasuki lapisan atmosfer yang sulit diamati dari permukaan.
Rekaman Andreas Mogensen dari Stasiun Luar Angkasa Internasional pada 8 September 2015 memberi peneliti pandangan penting. Ketika melintas di atas kawasan India, ia merekam badai di Teluk Benggala selama 160 detik menggunakan kamera Nikon D4.
Video itu memuat 245 pelepasan biru singkat di bagian atas awan. Salah satunya tumbuh menjadi jet menuju stratosfer. Publikasi ESA pada 8 Februari 2017 membahas jet berdenyut yang mencapai sekitar 40 kilometer.
Sudut pengamatan berpengaruh. Awan badai menghalangi pandangan orang di bawahnya, sedangkan stasiun antariksa dapat mengamati bagian atas awan. Meski demikian, kejadian yang sangat singkat tetap menuntut kamera dan sensor yang tepat.
Pengamatan berikutnya tidak berasal dari badai yang sama. Instrumen Atmosphere-Space Interactions Monitor mengamati badai dekat Nauru pada Februari 2019, termasuk jet biru dan lima kilatan sangat singkat yang masing-masing berlangsung sekitar 10 mikrodetik.
Memisahkan kedua peristiwa membantu membaca bukti dengan benar: video 2015 menunjukkan kejadian di Teluk Benggala, sementara pengukuran 2019 berasal dari Pasifik. Keduanya dibahas dalam tulisan ilmiah dan publikasi penjelas, bukan penemuan baru pada Oktober 2026.
Sumber (diperiksa 18 Oktober 2026 WIB):
NASA Earth Observatory, Bolts of Blue, 10 Februari 2021
https://science.nasa.gov/earth/earth-observatory/bolts-of-blue-147900/
ESA, Blue jets studied from Space Station, 8 Februari 2017
Foto dokumentasi / ilustrasi: Badai dilihat dari ISS dalam dokumentasi misi Andreas Mogensen tahun 2015, dipublikasikan ESA pada 8 Februari 2017. Tanggal pemotretan rinci tidak dicantumkan pada halaman foto. Bukan dokumentasi pengamatan ASIM dekat Nauru pada 2019.
Pembuat/kredit: ©ESA/NASA; dokumentasi misi Andreas Mogensen.
Halaman foto:
https://www.esa.int/ESA_Multimedia/Images/2017/02/Thunderstorm_seen_from_Space_Station
Lisensi atau dasar izin: ESA Standard Licence — penggunaan editorial/informasional.
Perubahan: Orientasi EXIF disesuaikan bila tersedia, ukuran diperkecil bila diperlukan, dan dikodekan ulang sebagai JPEG; tanpa pemotongan, penambahan objek, atau manipulasi isi.
Situs atribusi pemilik foto:
https://www.nasa.gov/nasa-brand-center/images-and-media/
Catatan editorial: Disusun Redaksi Opinix dengan bantuan AI dari sumber yang diperiksa. Tidak mengklaim kunjungan lapangan atau wawancara sendiri. Membahas arsip pengamatan 2015 dan 2019, bukan kejadian baru. Foto ESA/NASA digunakan secara editorial, bukan promosi atau bukti dukungan kedua lembaga. NASA tidak meninjau tulisan ini dan tidak bertanggung jawab atas akurasi keluaran AI.
Sains
Sains
Sains
Sains
Sains
Sains