Berita Sehari
Sains

Lumut Kerak Membentuk Kehidupan Bersama antara Jamur dan Mitra yang Berfotosintesis

Redaksi Opinix ·

Lichen dan tumbuhan Arktik dalam dokumentasi bioblitz Gates of the Arctic, Alaska. Metadata foto NPS mencatat 20 Mei 2016. Foto konteks habitat, bukan sampel pemantauan kualitas udara Indonesia; spesies pada foto tidak ditentukan redaksi.
Lichen dan tumbuhan Arktik dalam dokumentasi bioblitz Gates of the Arctic, Alaska. Metadata foto NPS mencatat 20 Mei 2016. Foto konteks habitat, bukan sampel pemantauan kualitas udara Indonesia; spesies pada foto tidak ditentukan redaksi.
Foto: National Park Service; fotografer individual tidak dicantumkan / Domain publik — Full Granting Rights pada metadata NPGallery

Tulisan latar / evergreen nonaktual — bukan berita terbaru.

Lumut kerak atau lichen dapat tampak seperti bercak pada batu, helaian kecil di kulit pohon, atau rumbai yang menggantung. Namun, bentuk itu bukan sekadar lumut biasa. Penjelasan National Park Service menggambarkannya sebagai hubungan erat antara jamur dan satu atau lebih organisme yang berfotosintesis.

Mitra tersebut dapat berupa alga hijau atau sianobakteri. Mitra fotosintetik menangkap energi cahaya, sedangkan jamur menyediakan lingkungan perlindungan dan membantu pengelolaan air serta unsur hara. Lapisan jamur antara lain mengurangi risiko mengeringnya bagian yang berfotosintesis.

Persekutuan ini membentuk wujud yang berbeda dari masing-masing anggotanya. Tiga bentuk pertumbuhan yang lazim diperkenalkan ialah crustose yang melekat seperti kerak, foliose yang menyerupai helaian, serta fruticose yang bercabang seperti semak atau rumbai. Bentuk awal membantu pengamatan, tetapi tidak cukup untuk menetapkan semua spesies.

Di lingkungan Arktik dan subarktik, lichen berperan dalam pelapukan batuan yang berjalan lambat. Unsur dari batuan masuk ke tubuhnya dan kemudian dapat tersedia bagi organisme lain ketika lichen terurai. Jenis tertentu juga menjadi bagian penting makanan karibu dan rusa kutub.

Lichen tidak memiliki pengaturan pertukaran gas seperti daun tumbuhan berpembuluh. Penjelasan NPS Acadia menyebut penyerapan gas berlangsung melalui permukaan tubuh, sehingga lichen peka terhadap pencemar udara. Analisis unsur dalam tubuh dan perubahan keragaman jenis dapat membantu peneliti membaca perubahan lingkungan.

Kepekaan itu tidak berarti satu bercak lichen dapat langsung dijadikan alat ukur kualitas udara suatu kota. Penggunaan sebagai indikator membutuhkan konteks jenis, habitat, serta pembandingan yang sesuai. Lichen memperlihatkan hubungan kehidupan dan lingkungan pada skala kecil, bukan pengganti pengukuran pencemar dengan prosedur yang teruji.

Sumber (diperiksa 18 Oktober 2026 WIB):

NPS Acadia, Lichens, diperbarui 25 Februari 2022

https://www.nps.gov/acad/learn/nature/lichens.htm

NPS Bering Land Bridge, Lichens, diperbarui 16 Desember 2025

https://www.nps.gov/bela/learn/nature/lichens.htm

Foto dokumentasi / ilustrasi: Lichen dan tumbuhan Arktik dalam dokumentasi bioblitz Gates of the Arctic, Alaska. Metadata foto NPS mencatat 20 Mei 2016. Foto konteks habitat, bukan sampel pemantauan kualitas udara Indonesia; spesies pada foto tidak ditentukan redaksi.

Pembuat/kredit: National Park Service; fotografer individual tidak dicantumkan.

Halaman foto:

https://npgallery.nps.gov/AssetDetail/FCD6D365-1DD8-B71B-0B6AFE56ECE63D8E

Lisensi atau dasar izin: Domain publik — Full Granting Rights pada metadata NPGallery.

https://npgallery.nps.gov/AssetDetail/FCD6D365-1DD8-B71B-0B6AFE56ECE63D8E

Perubahan: Orientasi EXIF disesuaikan bila tersedia, ukuran diperkecil bila diperlukan, dan dikodekan ulang sebagai JPEG; tanpa pemotongan atau perubahan isi.

Catatan editorial: Disusun Redaksi Opinix dengan bantuan AI melalui kurasi sumber primer yang diperiksa. Bukan laporan kunjungan lapangan atau wawancara redaksi. Penjelasan bentuk dan fungsi diringkas dari dua sumber NPS. Batas penggunaan sebagai indikator merupakan kehati-hatian editorial; tidak melaporkan hasil pengukuran kualitas udara lokal.

Baca juga